4 Welcome Di Suriyaaceh - Anak - Meulaboh

Senin, 16 Juli 2012

Suriya-Aceh Sebagi Sarana Media Informasi dan Ajang Berbagi Ilmu Pengetahuan
Sûřįŷă Ăŧĵěĥ - Selamat Datang semua sahabat pengunjung yang terhormat Di website/Blog resminya Suriya-Aceh. Secara umum Admin Suriya-Aceh menciptakan Website/Blong ini bertujuan Sebagai Media Informasi dan Ajang Berbagi Ilmu Pengetahuan, baik bidang Teknologi Informasi serta mempublikasikan Hal-hal yang diangap Unik, Menarik yang layak untuk dikomsumsi pengunjung dan penguna Internet dengan bahasa Populernya bias juga di sebut para PECINTA Dunia Maya, upsss,,,…bukan Luna Maya ya Sobat blogwalking yang jelasnya, he,,,…he,,,…

Website/Blong ۩ SURIYAACEH - ANAK - MEULABOH ۩ sendiri Launching dengan Fiture Sebagi Sarana Media Informasi dan Ajang Berbagi Ilmu Pengetahuan demi memajukan Masyarakat Seluruh INDONESIA umumnya ACEH / NAD (Nanggroe Aceh Darussalam) khusunya untuk wilayah Pantai Barat selatan ACEH-MEULABOH.

Para sahabat Pengunjung/Blogwalking mania semuanya yang telah bersedia menyempatkan waktu luang sobat untuk Mampir dan Singah di Website/Blog yang amat sederhana ini. Admin Suriya-aceh menyadari bahwa masih terlalu banyak sekali kekurangn di website/Blog sederhana ini baik itu Lodingnya Website/Blog, Desain/Tampilan yang kurang enak di pandag atau dengan kata lain ENEK, serta Artikel-artikel atau Isinya yang di sediakan oleh admin Website/Blog sendiri.

Kedepada seluruh pengunjung sahabat Blogwalking diharapkan kepada para sobat pengunjung atau blongwalking yang sudah bersedia mampir, singah, berkunjung kesitus sederhana ini, admin mengharapkan agar sudi kiranya membagikan sedikit Ilmu, Masukan, atau berbentuk saran-saran yang sifatnya membangun untuk kesempurnaan Website/Blog sederhana dimasa yang mendatang bagi admin sendiri.

Demikian juga dengan Para sahabat Pengunjung/Blogwalking semuanya, harapan admin dengan kehadirin Website/Blog sederhana ini sahabat dapat juga berpartisipasi untuk menambah daftar Artikel-artikel dengan cara menyumbangkan berupa Tulisan, Karya Akademis, Puisi, Opini, Pers Rilis, Info atau Cerpen dan Berita sekalipun.

Sumbangan Tulisan-tulisan tersebut dapat Para sahabat Pengunjung/Blogwalking bias dikirim melailui Via E-mail suriya_sip@yahoo.com guna untuk menambahkan daftar isi yang di publikasikan secara luas, sehinga mudah di akses oleh semua pihak dan memberikan manfaat yang cukup besar bagi semua kalangan lini penguna Internet.

Semoga situs ini berguna dan menjadi ajang silaturahmi, untuk tujuan saling bertukar informasi di antara kita semua tidak ada terkecualian ”INDAHNYA JIKA KITA SALING BERBAGI” ilmu pengetahuan dan pengalamn.


Untuk mengetahui informasi selengkapnya, silahkan mengunjungi Website/Blog kami.

Salam Admin


Selengkapnya,,,...

2 Pendidikan Berwawasan Unggul

Sabtu, 08 Januari 2011

Sûřįŷă-Ăŧĵěĥ - INDONESIA dalam beberapa tahun terakhir harum dalam bidang sains. Dalam berbagai ajang bergengsi Olimpiade Sains Internasional Indonesia sering menyabet banyak medali, bahkan sering mendulang medali emas. Posisi Indonesia dalam even-even Internasional yang penting itu, pernah melampui prestasi negara-negara maju, seperti Rusia, Taiwan, dan Korea Selatan. Para siswa yang meraih prestasi “gemilang” itu pada umumnya berasal dari sekolah dan lembaga “penggemblengan” berwawasan keunggulan. Mereka punya komitmen dan berjibaku melahirkan siswa-siswa unggul (berprestasi). Tidak kalah pentingnya adalah dukungan dari para guru yang mumpuni dan profesional.

Jumlah siswa yang gemilang semacam itu hanya segelintir jumlahnya, sedangkan sebagian besar siswa kita prestasinya sangat memprihatinkan. Potret dunia pendidikan negeri ini masih buram dan memprihatinkan. Sebagian besar sekolah kita kualitasnya masih rendah dan masih berkutat dengan persoalan kekurangan guru yang profesional dan mau mendedikasikan dirinya untuk keberhasilan siswanya. Belum lagi sarana dan prasarana pendidikan yang masih minim dan segudang persoalan klasik pendidikan lainnya, seperti manajemen berbasis sekolah yang amburadul dan bongkar pasang, otonomi sekolah yang setengah hati, kepemimpinan pendidikan yang asal cangkok, dan sebagainya. Oleh karena itu, sekolah-sekolah di negeri ini berpikir tentang pendidikan yang berwawasan keunggulan masih sebatas wacana, kalau tidak bisa dikatakan “masih jauh panggang dari api.”

Itulah potret dunia pendidikan kita. Hasil Ujian Nasional baru-baru ini memberi “warning” bahwa hasil kerja pendidikan sungguh masih berada pada titik nadir. Berbagai usaha yang telah dilakukan selama ini belum menunjukkan hasil yang menggembirakan, sebaliknya masih “jalan di tempat.” Konon, ada pengamat yang mengatakan, hasil kerja pendidikan selama ini semakin mundur. Ironisnya, keadaan itu terjadi, justru di saat dunia pendidikan mendapat servis dana yang “wah” dengan tingkat kesejahtraan guru yang jauh lebih baik dengan tunjangan “sertifikasinya”. Bandingkan dengan beberapa waktu yang lalu. Bukankah guru tempo doeloe, hanya mengandalkan gaji yang tak seberapa, sehingga dijuluki sosok “Umar Bakri”. Namun, dedikasi mereka pantas diacungkan jempol.

Mendongkrak kualitas pendidikan bukanlah semudah membalikkan telapak tangan, bukan pula seperti menghidupkan lampu aladin: bin salabin. Mendongkrak kualitas pendidikan bukan bak cerita “Bandung-Bondowoso” membangun candi siap dalam semalam. Tetapi, memerlukan sebuah proses dengan investasi yang serius di bidang sumber daya manusia. Pembangunan dunia pendidikan kata orang arif merupakan pembangunan “mega proyek multi years” yang hasilnya baru bisa dirasakan satu atau dua generasi berikutnya.

Sebagian guru telah mendapat sertifikasi. Namun proses sertifikasi itu masih dipertanyakan. Secara kasat mata penilaian sertifikasi lebih mengarah pada dokumen administratif dan kesenioran. Sementara profesionalitas bukan hanya dilihat dari kemampuan administratif, tetapi pada tataran teknis edukasi yang sangat kompleks dan komprehensif. Bagaimana seorang guru berdiri di hadapan siswa melakukan pengelolaan kelas, bagaimana penguasaan materi, metode dan seni mentransfernya kepada peserta didik, seharusnya juga menjadi aspek penilaian untuk mendapatkan sertifikasi.

Sudah menjadi rasia umum, masih banyak guru yang penguasaan materi dan cara mengajarnya sangat dangkal, monoton dan membosankan peserta didik. Siswa menjadi jenuh dan “antipati” pada guru, sehingga cenderung menimbulkan tindak kekerasan baik yang dilalukan guru terhadap siswa maupun oleh siswa terhadap guru. Sebagian guru kita minat bacanya masih sangat kurang. Belum lagi kemampuan mereka berselancar di dunia maya “internet” juga masih “gamang”. Padahal buku dan internet dewasa ini merupakan kebutuhan dan sumber referensi yang kaya, akurat dan actual. Bukankah informasi tentang ilmu pengetahuan terus berkembang, bahkan dalam hitungan waktu yang sangat cepat.

Peran Pemerintah Daerah
Salah satu buah dari reformasi, bangsa Indonesia sejak awal 2001 mengubah tata kelola pemerintahannya dari yang semula bersifat sentralistis menjadi desentralistis. Di era desentralistis (otonomi daerah), pemerintah daerah mempunyai kewenangan untuk mengatur dan mengurus segala sesuatu tentang pendidikan di daerahnya masing-masing. Kewenangan tersebut setidaknya tertera dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999. Berarti dengan otonomi daerah kualitas pendidikan akan sangat ditentukan oleh kebijakan pemerintah daerah. Ketika pemerintah daerah memiliki “political will” dan “political action” yang baik dan kuat terhadap dunia pendidikan, ada peluang yang cukup besar bahwa pendidikan di daerah bersangkutan akan maju.

Dewasa ini banyak daerah di Indonesia memanfaatkan ruang otonomi daerah untuk memotong jalan kompas memajukan pendidikan daerahnya. Berbagai terobosan mereka lakukan, seperti mempertahankan anggaran pendidikan minimal 20 persen dari anggaran pendapatan dan belanja daerah, bahkan ada daerah yang berani mengalokasikan lebih dari 20 persen untuk sektor pendidikan. Dana tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur lembaga pendidikan dan menggratiskan biaya pendidikan. Bahkan para guru disubsidi dengan angka yang lumayan besarnya, agar bisa menjalankan profesinya dengan maksimal. Guru-guru yang belum mencapai jenjang pendidikan strata satu, diberikan kesempatan dan bantuan bagi mereka untuk menempuh dan menyelesaikan pendidikan strata satu.

Salut dan acungan jempol untuk pemerintah daerah yang punya “nyali” membangun dan membiayai sekolah-sekolah berwawasan keunggulan, seperti sekolah model bertaraf nasional dan internasional. Namun, tidak diskriminatif, seperti yang terjadi selama ini, sekolah-sekolah model hanya untuk anak-anak kalangan mampu, sehingga dijuluki “sekolah menara gading.” Pendidikan merupakan jalan emas untuk maju. Itulah mungkin semboyan yang mengilhami mantan Perdana Menteri Inggris Winston Churchil. Ia, berjibaku mempertahankan anggaran pendidikan saat itu, ketika anggota parlemen Inggris Raya mendesak memangkas dan mengalihkannya untuk membeli mesin-mesin perang, seperti persenjataan dan pesawat tempur canggih agar tidak terulang kekalahan yang dialami Inggris dalam Perang Dunia I.

Dengan suara menggelegar dan nada tinggi, Sang PM yang legendaris itu, sambil mengacungkan tangannya kepada anggota parlemen, mengatakan, “Saya menentang anggaran pendidikan dipangkas dan dialihkan untuk membeli mesin-mesin perang. Bukankah saya dan Anda semua dapat duduk di gedung parlemen yang megah ini karena pendidikan?”


Sumber yang diambil Admin Suriya-Aceh: Silahkan Lihat Saja Di Sini

Selengkapnya,,,...

0 Raskin Menjadi Sasaran Korupsi Tingkat Bawah

Sûřįŷă-Ăŧĵěĥ - SEORANG sekretaris desa (sekdes) di Kota Lhokseumawe ditangkap polisi sebagai tersangka penggelap bantuan beras untuk jatah orang miskin (raskin) di desanya. Untuk menguatkan tuduhan itu, polisi juga menyita barang bukti berupa 23 sak beras berlabel Bulog pada sebuah toko. Sitaan itu merupakan raskin yang dilego sang sekdes beberapa waktu sebelumnya. Penyelewengan raskin oleh aparat desa bukan kali ini saja terungkap di Aceh. Beberapa waktu sebelumnya juga terjadi di kabupaten dan kota-kota lain. Umumnya para pelaku pengyelewengan raskin adalah oknum kepala desa dan sekdes. Modusnya juga macam-macam.

Kasus ini bukan saja, untuk menghukum seorang sekdes yang menyewelengkan raskin, tapi harus menjadi peringatan bagi kalangan anggota dewan untuk lebih sering mengawasi penyaluran raskin. Paling tidak dewan harus menetapkan jadwal pemantauan secara reguler untuk mengcrosschek pendistribusian beras miskin kepada masyarakat penerima di daerahnya masing. Pemantauan itu sekaligus juga untuk memastikan apakah raskin lancar sampai ke tangan masyarakat atau ada terkendala. Sebab, berdasarkan pengalaman selama ini, pendistribusian raskin paling sering bermasalah.

Harus diingat pula bahwa pelaku korupsi tak pandang bulu. Mereka tak mau tahu itu jatah orang miskin atau orang kaya. Asal punya kesempatan pasti disikat. Kalau tidak dapat berasanya, mungkin ongkos distribusinya juga dikorup. Atau malah beras raskin itu yang dioplos dengan dengan beras busuk. Inilah yang harus diawasi. Sebab, program raskin merupakan salah satu program penanggulangan kemiskinan. Karena itu keberhasilan program raskin merupakan tanggungjawab bersama, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh masyarakat. Oleh karena itu pemerintah di daerah harus mendukung kelancaran program raskin seperti membantu biaya penyaluran dari titik distribusi kepada penerima manfaat sehingga tidak ada lagi tambahan harga tebus raskin dari yang sudah ditetapkan. Selain membantu biaya distribusi pemerintah daerah dapat pula menambah jumlah penerima manfaat raskin melalui penyediaan anggaran dalam APBA/APBK.

Jadi masyarakat jangan lagi dibebankan dengan biaya transportasi. Sebab, tujuan program raskin adalah mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin. Sehubungan hal tersebut untuk memperlancar pelaksanaan distribusi beras ke penerima sasaran, maka sekali lagi kita serukan dewan lebih proaktif memantaunya. Yang perku dipantau, antara lain apakah beras itu benar-benar sampai ke sasaran, apakah semua masyarakat miskin sudah mendapat jatah raskin, apakah waktu pendistribusian raskin sesuai jadwal, danm lain-lain. Tapi, karena ini menjelang pilkada, kita harap masalah raskin ini tidak menjadi komoditas politik.

Selengkapnya,,,...

1 Pendidikan untuk Anak

Sûřįŷă-Ăŧĵěĥ - DALAM proses perkembangan pemikiran pendidikan, kegiatan pendidikan berkembang dari konsep paedagogi, andragogi dan education. Dalam konsep paedagogi, kegiatan pendidikan ditujukan hanya kepada anak yang belum dewasa (paeda artinya anak). Tujuannya untuk mendewasakan anak. Namun, karena banyak hasil didikan yang justru menggambarkan perilaku yang tidak dewasa, maka sebagai antitesis dari kenyataan itu, muncullah gerakan andragogi. Selanjutnya gerakan modern memunculkan konsep education yang berfungsi ganda, yakni transfer of knowledge dan making scientific attitude.

Bernadib, (1995:35) menyebutkan bahwa dalam ilmu pendidikan dikenal beberapa faktor pendidikan. Para ahli pendidikan membagi faktor pendidikan menjadi lima macam faktor, antara lain; 1) faktor tujuan, 2) faktor pendidik, 3) faktor anak didik, 4) faktor alat-alat dan 5) faktor alam sekitar. Kemudian, Paulo Freire (2003:7) mengemukakan 7 (tujuh) prinsip dasar praktik pendidikan; salah satunya adalah mengajar bukanlah sekadar proses mengalihkan pengetahuan melainkan proses untuk menciptakan kemungkinan-kemungkinan bagi produksi dan konstruksi pengetahuan (baru).

Untuk itu, Aceh sebagai sebuah provinsi yang sedang bangkit dari puluhan tahun berkonflik dan bencana tsunami, sudah sewajarnya menciptakan kemungkinan-kemungkinan baru yang lebih subtansial untuk melahirkan generasi Aceh ke depan yang berkualitas, moralitas dan relegiusitas yang tinggi. Gagasan pendidikan untuk anak dengan basis keluarga, sekolah dan lingkungannya sudah seharusnya di optimalkan. Perumusan pendidikan berbasis anak untuk kemaslahan berbangsa dan bernegara mutlak harus merata diterapkan oleh Provinsi untuk seluruh wilayah di Aceh. Dengan konsep pemerataan pendidikan antar kabupaten/kota di Aceh niscaya kemajuan dan kebersamaan Aceh akan terus berlanjut untuk kemajuan bersama.

Basis Pendidikan Anak
Dalam berbagai literatur, kita sering menemukan bahwa dalam pembentukan watak dan kepribadian seorang anak tidak terlepas dari tiga basis utama. Pertama basis keluarga, kedua sekolah dan ketiga adalah basis masyarakat. Dalam ranah keilmuan sering disebut dengan tri pusat pendidikan. Sebagai basis pertama, keluarga menjadi pondasi awal terbentuknya watak anak, tak terlepas dari pembuahan, kehamilan sampai pada proses persalinan. Proses itu sangat berperan terhadap pembentukan kepribadian seorang anak ke depan. Dalam agama sering disebutkan, bahwa awal mula terbentuknya karakteristik anak terjadi dari bagaimana orang tua mendidik dan membesarkannya. Dimulai ketika janin masih berada dalam kandungan dan seterusnya.

Sebagai seorang muslim, kita sering dianjurkan untuk sesering mungkin melantunkan ayat-ayat suci Alquran, dan juga ritual ibadah lainnya yang dapat menenangkan dan menentramkan jiwa. Selain sebagai ibadah, hal tersebut dapat membentuk watak anak yang masih berada dalam kandungan. Walau janin tidak bisa melihat proses yang dilakukan keluarganya (bapak dan ibunya), namun ia dapat mendengar dan merasakan apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Beranjak ketika anak lahir ke dunia, tantangan yang lebih besar akan dihadapi oleh keluarga dalam memberikan pendidikan lanjutan untuk anak. Teladan yang baik dari keluarga dapat melahirkan kepribadian anak yang tangguh karena keluarga tempat segala tumpuan harapan dan cita-cita anak tersedia.

Basis kedua adalah sekolah. Pada rentang waktu usia sekolah, pendidikan anak bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawa orang tua di rumah, tapi juga bersama-sama dengan tenaga pendidik di sekolah mewujudkan pribadi anak yang berilmu pengetahuan dan berakhlak mulia. Di sekolah anak-anak dibekali dengan berbagai ilmu pengetahuan demi perkembangan masa depan anak. Di sinilah pendidikan formal anak diberikan, dan disini pula basis penting dalam rentan waktu tumbuh kembang anak kearah yang lebih baik bagi dirinya, keluarga dan agamanya.

Untuk mencapai itu, peran guru tak bisa disepelekan. Dengan berbagai latar belakang pendidikan, sesuai dengan profesionalisme di bidang masing-masing seorang guru akan memberikan bimbingan, didikan dan arahan agar anak didikannya menjadi anak didik sesuai dengan kriteria keberhasilan yang telah dituangkan dalam tujuan pembelajaran umum (TPU) dan tujuan pembelajaran khusus (TPK). Maka bukan mudah menjadi seorang pendidik, karena yang mereka hadapi bukanlah robot melainkan manusia yang memiliki karakteristik berbeda-beda setiap anak. kurikulum yang telah ditetapkan pemerintah menjadi panduan dalam merumuskan kriteria keberhasilan anak didik. Peran guru dewasa ini bukan hanya sebatas transfer of knowledge, tapi seorang guru harus berperan sebagai transfer of value (nilai) terhadap anak didiknya.

Persoalannya adalah menyiapkan tenaga pendidik sesuai dengan harapan dan cita-cita kita semua bukanlah perkara mudah. Membutuhkan perhatian serius dari pemerintah agar apa yang diharapkan dapat benar-benar terjadi. Bagaimana seorang guru mampu mengaplikasikan keilmuannya tanpa dibarengi dengan peralatan pembelajaran yang siap pakai. Sehingga apapun keperluan guru dalam mengaplikasikan keilmuannya dapat terlaksana dengan maksimal. Disisi lain, seorang guru juga di tuntut untuk terus meningkatkan kapasitas dirinya untuk demi kemaslahatan semua.

Munculnya fenomena bahwa sekolah dan guru diarahkan sebagai tanggung jawab mutlak terhadap keberhasilan anak didik. Fenomena ini terjadi bisa jadi disebabkan dari beberapa hal diantaranya, kurang pahamnya orang tua terhadap pendidikan anak yang menyerahkan seluruh tanggung jawab kepada sekolah karena alasan keluarganya sibuk bekerja. Tidak jarang, ada anak yang tidak bisa mengikuti proses pendidikan sebagaimana mestinya karena harus membantu orang tuanya bekerja. Fenomena-fenomena itulah potret baru pendidikan kita di Aceh. Sudah seharusnya pemerintah dan elemen swasta bekerja sama untuk merubah pola pikir masyarakah Aceh saat ini.

Basis ketiga adalah masyarakat. Peranan masyarakat sangat menentukan juga terhadap pembentukan kepribadian anak. Anak akan bersosialisasi dengan temannya, warga sekitarnya dalam kehidupan kelompok masyarakat sangat dominan. Jadi tak jarang anak dengan kehidupan sosialnya yang kurang kondusif akan berdampak terhadap keberhasilan seorang anak akan lambat. Sebagai kata akhir, bahwa pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab orang tua dalam keluarganya, namun sekolah dan masyarakat turun bemberikan andil besar terhadap kepribadian anak. Jangan pernah menyalahkan anak terhadap kekeliruan yang dibuatnya tapi lihatlah apa yang terjadi dalam keluarganya, sekolah dan dalam masyarakatnya. Anak tidak pernah menjadi pelaku kekeliruan tapi anak adalah korban kekeliruan yang terjadi di sekitarnya.


Sumber yang diambil Admin Suriya-Aceh: Silahkan Lihat Saja Di Sini

Selengkapnya,,,...

0 PLTU Rusak, PLN Gelar Pemadaman Bergilir

Sûřįŷă-Ăŧĵěĥ - Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), di Nagan Raya, dilaporkan dalam tiga hari terakhir rusak. Akibatnya, sejumlah wilayah kerja PLN Cabang Meulaboh meliputi Aceh Barat, Aceh Jaya, dan Nagan Raya terpaksa dilakukan pemadann bergilir. Namun PLN memastikan, suplai arus dari PLTU yang terganggu itu pada Jumat (7/1) dini hari akan normal kembali. Manajer PLN Cabang Meulaboh, H Nahwaluddin ditanyai Serambi, Kamis (6/1) mengatakan mesin PLTU dalam perbaikan karena mengalami kerusakan pada sistem. “Selama ini suplai arus selain dilakukan dari mesin sewa di PLTD Seunebok, Meulaboh dibantu dari PLTU itu,” ujarnya.

Menurutnya, kerusakan PLTU berbarengan dengan adanya perbaikan mesin yang ada di PLTD Seunebok sehingga suplai arus menjadi berkurang sehingga langkah yang dilakukan sementara sambil menunggu PLTU selesai diperbaiki dilakukan pemadaman bergilir untuk tiga wilayah meliputi Aceh Barat, Aceh Jaya, dan Nagan Raya. Namun kata Nahwaluddin, pemadaman yang dilakukan hanya dalam jumlah kecil saja dan tak separah waktu itu dan diharapkan perbaikan yang sedang dilakukan di PLTU Media Grup itu dapat segera selesai. Ia mengatakan pemadaman bergilir yang terjadi hanya dalam waktu dua jam saja setiap malam dan sudah berlangsung tiga hari terakhir. Dan kerusakan pada PLTU itu hanya pada bagian pembakaran batu bara.


Sumber yang diambil Admin Suriya-Aceh: Silahkan Lihat Saja Di Sini

Selengkapnya,,,...

0 Akhir Januari Hasil Tes CPNS Diumumkan

Sûřįŷă-Ăŧĵěĥ - Hasil tes calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) tahun 2010 untuk Provinsi Aceh dan 13 kabupaten/kota yang dilaksanakan serempak pada Senin, 27 Desember 2010, menurut rencana akan diumumkan akhir Januari ini. Sebanyak 61.000 lebih peserta dari seluruh Aceh (minus sepuluh kabupaten/kota yang tak menerima pagawai baru tahun ini) plus provinsi akan memperebutkan 2.587 formasi yang tersedia. “Saat ini pemeriksaan lembar jawaban komputer (LJK) dari seluruh kabupaten/kota plus provinsi terus dilakukan oleh tim khusus yang beranggotakan berbagai unsur. Kita perkirakan hasilnya akan dapat diumumkan pada akhir bulan ini,” kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Aceh, Drs Anwar Muhammad MSc, kepada Serambi, Jumat (7/1) pagi.

Ditanya kapan jadwal pasti hasil tes CPNS itu diumumkan, Anwar mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan tanggalnya. Namun, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin agar hasil tes itu bisa diumumkan secepatnya. “Kita berupaya agar pengumuman hasil tes CPNS tahun 2010 tak lewat dari Januari ini,” ujar Anwar didampingi Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Pegawai, Jalaluddin SH. Untuk itu, Anwar meminta peserta untuk bersabar menunggu hasil tes CPNS tahun 2010 diumumkan. “Walaupun jadwal pengumumannya belum ada jadwal pasti, tapi kami berharap peserta dapat bersabar. Percayalah bahwa pemeriksaan hasil tes ini dilakukan panitia secara objektif dan bebas dari KKN. Sebab, panitia tetap konsekuen menjaga kualitas peserta yang dinyatakan lulus,” ujar Anwar yang juga mantan wakadis Pendidikan Aceh itu.

Menjelang pengumuman hasil tes CPNS tahun 2010, Anwar dan Jalaluddin kembali meminta peserta untuk tak percaya calo yang menjanjikan kelulusan. Sebab, semua tahapan penerimaan CPNS mulai dari penerimaan, ujian tulis, dan pemeriksaan hasil ujian dilakukan objektif dan bebas KKN. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, hingga pendaftaran ditutup pada Senin 20 Desember 2010, jumlah peserta tes CPNS tahun 2010 di 13 kabupaten/kota plus provinsi sebanyak 63.766 orang.

Dari jumlah itu, hanya sekitar 61 ribu peserta yang mengikuti tes tanggal 27 Desember 2010. Peserta itu akan memperebutkan 2.587 formasi yang tersedia meliputi tenaga kependidikan (guru) 1.085 orang, tenaga kesehatan 681 orang, dan tenaga teknis 821 orang. Untuk diketahui, karena berbagai alasan sepuluh kabupaten/kota di Aceh tak menerima pegawai baru pada tahun ini. Kesepuluh daerah itu adalah Sabang, Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Gayo Lues, Bireuen, Aceh Utara, dan Lhokseumawe.


Sumber yang diambil Admin Suriya-Aceh: Silahkan Lihat Saja Di Sini

Selengkapnya,,,...

2 Berapa Duit Sih Yahoo! Membeli Koprol?

 Info Dari Suriya-Aceh Suriya-Aceh Sebagi Media Informasi Ajang Berbagi Ilmu Pengetahuan
Sûřįŷă-Ăŧĵěĥ - Akuisisi yang dilakukan Yahoo! terhadap Koprol, salah satu layanan lokal startup, tahun lalu, mengejutkan dan menjadi titik balik buat industri digital di Indonesia. Banyak yang bertanya-tanya, berapa sih Yahoo! harus merogoh kocek untuk mengambil alih Koprol?

Hal tersebut pun masih ditanyakan kepadfa salah satu pendiri Koprol, Satya Witoelar saat hadir sebagai pembicara dalam StartupLokal Meetup v.9, Kamis (6/1/2011) di fX Entertainment Center. Satya masih enggan membeberkan nilai akuisisi tersebut. Namun, ia membuka peluang buat semua peserta untuk menebaknya.

Tebak-tebakan nilai akuisisi itu sebenarnya tak disengaja. Hal itu bermula saat Aria Rajasa, CEO Gantibaju.com yang menjadi moderator menanyakan, "Ngomong-ngomong nih, sebenarnya berapa sih Koprol dibeli Yahoo!?" Sontak semua peserta pun mulai menanti jawaban Satya Witoelar, pendiri Koprol yang sayangnya tak kunjung menjawab.

Akhirnya Satya pun hanya berujar, "Ya udah deh, coba tebak aja berapa?" Aria pun mempersilahkan pada peserta untuk menebak. Tak sampai semenit berlalu, peserta pun riuh mendiskusikan nilainya. Hingga akhirnya salah seorang peserta menyeletuk, "600 ribu dollar."

Mendengar nominal tersebut, Aria pun bertanya pada Satya untuk mengkonfirmasi. Satya tak menjawab apapun. Tapi raut mukanya terlihat cemberut. Melihatnya, Arya berujar, "Oke, ini Satya cemberut berarti sepertinya terlalu murah nih."

Peserta pun menyambutnya dengan tawa. Tebakan kedua pun muncul. "Satu juta dollar," kata salah seorang pengunjung. Mendengar tebakan itu, Satya tak menunjukkan ekspresi apapun, hanya diam.

Mungkinkah nilai akuisisi Koprol oleh Yahoo sebesar 1 juta dolar? Satya masih tak bersedia mengkonfirmasinya. Jika diam berarti setuju, nominal tersebut bisa jadi benar. Tapi, Aria tak mengejar lagi. Ia menutup tebakan bahwa nilai akuisisi Koprol mungkin antara 600.000 dollar AS hingga 1 juta dollar AS.

Koprol diakuisisi oleh Yahoo sejak Mei 2010 lalu. Situs tersebut merupakan social media berbasis lokasi yang mulai dikelola sejak tahun 2008. Belakangan, komunitas yang terbentuk lewat situs tersebut tak sekedar berkomunikasi online, tapi juga ada kopi darat atau pertemuan tatap muka langsung dan melakukan beberapa kegiatan sosial.

Dalam pertemuan StartupLokal Mettup v.9 kemarin, Satya memaparkan perjalanan pengelolaan situsnya sejak pertama kali didirikan. Ia juga mengungkapkan beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum bisnis diakuisisi oleh perusahaan lain yang lebih besar.


Sumber yang diambil Admin Suriya-Aceh: Silahkan Lihat Saja Di Sini

Selengkapnya,,,...

Free Gabung Disini

Gabung Disini Free

Ayo Ikutan Disini Free

Ikutan Gabung Disini