Kepada wartawan di Jakarta, Kamis (24/9) lalu, Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara, Tasdik Kinanto mengemukakan, penerimaan tes CPNS akan dibuka medio Oktober 2009. Ada sekitar 325.000 PNS yang dibutuhkan untuk ditempatkan di pusat maupun daerah. “Untuk tahun 2009, secara nasional akan dibuka formasi untuk PNS sekitar 325 ribu.
Angka tersebut dikarenakan tahun 2009 ini akan ada yang pensiun sekitar 125 ribu orang. Jadi efektif PNS-nya hanya sekitar 200 ribu orang. Sedangkan seleksinya kita serahkan kepada instansi masing-masing, tetapi harus melibatkan perguruan tinggi setempat,” tandas Tasdik (Harian Aceh, 25/9/2009).
Menurutnya, pihak Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara juga sudah memerintahkan kepada seluruh instansi, baik di daerah maupun pusat, agar dalam membuka lowongan kerja supaya merinci secara jelas jumlah yang diminta, kualifikasi, jenjang pendidikan, dan penempatan agar tak ngawang-ngawang. Sedangkan tenaga yang dibutuhkan adalah tenaga teknis seperti guru, dosen, dan tenaga teknis di bidang tertentu, seperti di Departemen Perhubungan dan Departemen Pekerjaan Umum.
Bagi sebagian generasi muda, termasuk orangtua, PNS masih merupakan cita-cita dan harapan. Oleh sebab itu, sejak dini strategi agar lolos dalam tes CPNS diupayakan. Misalnya, ada orangtua yang menuntun anak-anaknya supaya masuk ke perguruan tinggi yang selama ini banyak memberi kesempatan kepada rekruitmen calon CPNS. Jalur guru, dosen, dan tenaga kesehatan merupakan tiga formasi yang biasanya tergolong ramai jumlah pegawai yang diterima.
Sebuah harapan selalu datang dari para peserta testing CPNS. Hendaknya pertarungan seyogianya berlangsung bebas dari unsur kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN). Jadi, walaupun persaingan sangat ketat, namun bila proses penerimaan CPNS berlangsung bersih, tetap ada peluang bagi setiap peserta untuk mencapai cita-cita idealnya menjadi pegawai negeri sipil. Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Irwandi Yusuf-Muhammad Nazar hendaknya betul-betul menyahuti aspirasi publik tersebut. Terlebih lagi, komitmen untuk menjalankan roda pemerintahan yang bersih sejak awal menjadi salah satu ikrar yang sering ditegaskan duet kepemimpinan hasil Pilkadasung 11 Desember 2006 lalu itu.
Masih terkait dengan rencana pelaksanaan CPNS tahun ini, tentunya seluruh masyarakat Aceh meminta pihak-pihak terkait agar bersikap amanah dan senantiasa menjauhkan diri dari perilaku KKN. Berikan peluang seluas-luasnya bagi calon pegawai negeri untuk bertarung sesuai dengan kemampuan intelektual yang dimilikinya, sehingga SDM yang handal dan memiliki kemampuanlah yang bakal berhasil. Terus terang, kita sangat mengharapkan agar tak ada lagi KKN dalam proses rekruitmen CPNS, terlebih di Aceh yang sedang serius-serius menegakkan syariat Islam secara kaffah dalam berbagai sisi kehidupan.
Seiring dengan kemajuan dan tuntutan zaman, kini membekali diri dengan pendidikan adalah suatu keharusan. Orang yang berpendidikan dan skill di bidang tertentu bakal lebih mudah menemukan pekerjaan yang ideal. Dalam amatan kita, khusus dalam hal penerimaan CPNS sejak beberapa tahun terakhir malah tamatan jenjang pendidikan sekolah menengah atas sudah semakin dibatasi penerimaannya. Tenaga yang dibutuhkan lebih banyak tamatan D3, S1, S2, atau S3. Di sinilah, pendidikan sangat penting artinya bagi setiap generasi muda yang berminat menjadi salah seorang CPNS.
Menurut berita yang dilansir Harian Aceh, Senin (28/9/2009) lalu, pascalebaran Idul Fitri 1430 H, booming pengangguran di Aceh semakin terasa. Kondisi ketenagakerjaan di daerah ini diperkirakan akan terus memburuk, pascaberakhirnya tugas BRR Aceh-Nias serta NGO lainnya. Data jumlah penganggur di Aceh hingga medio 2009 adalah 174 ribu orang. Sementara angka pengangguran hingga akhir 2008 sekitar 171 ribu orang. Adapun berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Aceh, tercatat jumlah angkat kerja di Aceh sampai pertengahan 2009 mencapai 1,865 juta orang. Ini artinya adanya penambahan angkatan kerja sekitar 72 ribu orang dibandingkan dengan angkatan kerja tahun 2008.
Hasil survey pasar kerja yang dilakukan International Labour Organization (ILO/EAST) bersama Aceh Institute memperlihatkan adanya kekhawatiran akan terjadi besarnya kesenjangan negatif, pada 2012, antara kesempatan kerja yang tersedia dengan jumlah tenaga kerja. Kondisi ini tentunya berdampak pada terjadinya ledakan angka pengangguran dalam jumlah besar. Menurut pejabat program local ILO/EAST, Mirza Keusuma, survey pasar kerja itu diselenggarakan di tiga wilayah, masing-masing Aceh Besar, Pidie/Pidie Jaya, serta Banda Aceh.
Karena masih besarnya angka pencari kerja di Aceh hingga sekarang, maka sangat beralasan bila kabar akan diterimanya CPNS tahun 2009 mendatang merupakan berita menyenangkan bagi generasi muda calon peserta ujian. Memang, di masa kini pun PNS bukanlah satu-satunya lapangan kerja yang dibidik banyak orang. Karena bagi sebagian orang, berkarier di bidang wiraswasta justru lebih memikat. Itu sebabnya, keinginan semua orang tidak sama. Yang penting adalah dapat bekerja, berusaha, serta bisa memperoleh rezeki yang halal untuk menopang kehidupannya.
Agar masyarakat Aceh lebih mapan di bidang ekonomi, agaknya di setiap masa upaya kerja keras tak boleh berhenti. Sikap malas yang mungkin masih mendera sebagian masyarakat kita hingga sekarang, tentunya harus diubah menjadi sifat rajin dan tekun mencari sumber penghidupan yang dibenarkan agama. Artinya, untuk mendapatkan pekerjaan maupun harta, jangan pernah berlaku curang serta mempraktikkan perilaku KKN.
Akhirnya, kita semua tetap berharap agar rencana pemerintah membuka lowongan kerja sebanyak 325 ribu PNS tahun 2009 ini bakal membawa berkah dan kesempatan berkarier bagi para peminatnya. Semoga, testing CPNS tersebut berlangsung bersih tanpa dibarengi perilaku curang yang dapat merugikan orang lain, sehingga kualitas abdi negara pun semakin baik dan membanggakan.
Dari Suriya Mahasiswa FISIP Jurusan Sosiologi Universitas Teuku Umar Meulaboh Angkatan 2008