0 Menitip Harapan Pada Legislator Baru

Sabtu, 17 Juli 2010

Suriyaaceh - Hari ini Rabu 30 September 2009, Enam Puluh Sembilan orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang terpilih melalui pemilu legislative 9 April 2009 lalu, akan melaksanakan proses pelatikan dan pengambilan sumpah sebagai wakil rakyat Aceh periode 2009-2012. Prosesi ini menandakan bahwa sejak saat itu, anggota legistif yang didominasi oleh politisi dari Partai Aceh (33 orang) ini akan memulai langkah-langkah kerja sebagai representasi rakyat di pemerintahan.

Impian dan harapan rakyat dititip kepada mereka (legislator baru). Terutama harapan akan kemampuan mereka merealisasikan janji-janji yang telah mereka teriakkan diatas panggung kampanye dan juga janji-janji yang mereka umbarkan melalui visualisasi berbagai banner, bendera, baliho dan atribut kampanye lainnya. Selain itu, rakyat tentu berharap agar para anggota dewan yang baru mampu menerjemahkan tugas pokok dan fungsi dewan ke dalam kerja sehari-hari dan tentunya dengan melibatkan masyarakat secara luas (aspiratif).

Pengulangan kesalahan-kesalahan seperti yang dipertontonkan anggota legislatif belakangan ini merupakan sesuatu yang tidak diharapkan oleh rakyat. Untuk itu protes-protes publik terhadap prilaku dewan periode yang lalu hendaknya menjadi catatan penting sekaligus tantangan bagi anggota dewan periode sekarang, guna membuktikan apakah mereka mampu memperbaiki kinerja, moral, dan integritas lembaga legislatif ini sekaligus membuktikan bahwa populeritas yang menjadi modal mereka terpilih, senantiasa sejalan dengan derajat kualitas, kredibilitas, kompetensi, dan paling utama integritas yang mereka miliki.

Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang baru harus mampu menjawab nada-nada pesimisme sebagian orang terhadap kapabelitas yang mereka miliki. Sebab harus diakui bahwa pasca pemilu legislatif banyak kalangan yang beranggapan bahwa kebanyakan anggota dewan terpilih saat ini merupakan produk demokrasi yang dilakukan tanpa berdasarkan filosopi dan prinsip dasar dari demokrasi itu sendiri. Artinya demokrasi yang kian dikuasai kalangan pemilik modal. Sehingga uang menjadi instrumen utama; jika bukan satu-satunya dalam pembentukkan legitimasi politik. Maka logika demokrasi yang berhasil dikonstruksi adalah mereka yang punya uanglah yang akan (bisa) menjadi wakil rakyat.

Untuk itu menjadi tantangan besar bagi para legislator baru agar mampu mengembalikan kesakralan jargon suci demokrasi, yaitu jargon suara rakyat adalah suara Tuhan. Pelibatan rakyat dalam merencakan, melaksanakan dan mengawasi urusan-urusan yang berhubungan dengan hajat hidup rakyat banyak merupakan suatu keharusan yang tak bisa ditawar-tawarkan. Rakyat harus dilibatkan secara penuh dalam setiap perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kebijakan publik karena setiap kebijakan publik yang dibuat oleh pemerintah (eksekutif dan legislatif, akan berdampak pada kemaslahatan hidup rakyat.

Untuk itu, janji anti korupsi, berjuang demi kesejahteraan rakyat, mengusung kejujuran, memajukan daerah, dan semacamnya yang dulu teriakkan oleh calon anggota legislatif (yang terpilih) tidak boleh hanya sekedar jargon politik untuk menarik simpati rakyat (konstittuen) menjelang pemilihan saja, tetapi wajib diimplementasikan dalam kerja-kerja nyata anggota parlemen kedepan, terlebih formasi dewan baru ini lebih dominan wakil dari partai politik lokal, yang notabene merupakan para politisi yang selama ini sangat faham dengan kondisi rakyat “bawah” karena kebanyakan dari mereka merupakan orang-orang “baru” yang berangkat dari komunitas masyarakat.

Para anggota dewan yang baru harus menyadari betul bahwa sesungguhnya menjadi wakil rakyat merupakan rahmat, karena tidak semua orang mendapat kesempatan dan kepercayaan itu. Maka konsekuensinya, setiap wakil rakyat harus bekerja tulus penuh syukur. Menjadi wakil rakyat juga merupakan amanah, sehingga harus bekerja benar penuh tanggung jawab. Menjadi wakil rakyat juga merupakan ibadah, sehingga harus bekerja benar dan serius. Menjadi wakil rakyat juga merupakan aktualisasi diri, sehingga harus bekerja penuh semangat, kreatif dan unggul. Menjadi wakil rakyat juga merupakan kehormatan, sehingga harus bekerja tekun dan bertanggungjawab.

Menjadi wakil rakyat juga merupakan pelayanan, sehingga harus bekerja dengan kerendahan hati. Idealnya, seorang anggota legislator adalah penyambung lidah rakyat, sehingga kehadirannya dirasakan manfaat oleh rakyat. Anggota Dewan mesti mengubah paradigma dari pelayan penguasa menjadi pelayan rakyat, meski kadang konsekuensi perubahan itu cukup berat, karena legislator itu mesti berwatak populis. Pijakan tindakannya adalah atas nama kepentingan rakyat. Legislator baru mesti mengembalikan dukungan rakyat dalam bentuk upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat, bukan kesejahteraan segelintir orang atau kelompok tertentu.

Legislator baru mesti belajar dari catatan buruk masa lalu untuk mengembalikan dukungan rakyat, ini penting dilakukan untuk menghapus paradigma buruk yang terlanjur tertanam di masyarakat. Paradigma yang menggambarkan bahwa para wakil rakyat membutuhkan suara rakyat hanya untuk legitmasi menduduki kursi empuk di gedung yang megah dan ligetimasi menjadi orang terhormat. Setelah itu, jangan berharap untuk menagih janji yang diumbarnya sewaktu kampanye, karena mereka akan memiliki jarak dengan rakyat.

Akhirnya saya dan seluruh rakyat Aceh mengucapkan selamat atas pelantikan anggora DPRA periode 2009-2012 dengan harapan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang dilantik hari ini mampu mengembalikan kesakralan jargon suci demokrasi, suara rakyat adalah suara Tuhan, sehingga setiap kebijakannya selalu didasarkan pada kepentingan rakyat di atas segala-segala. Amin ya rabbal’alamin.


Suriya-Aceh
Sobat Pengunjung Website/Blog Sederhana www.suriya-aceh.co.cc|
Silahkan Kirimkan Donasi Sobat Pengunjung Seikhlasnya Berupa Uang/Pulsa Untuk Perkembangan Website/Blog Ini dan Proses Sebagi Media Informasi Ajang Berbagi Ilmu Pengetahuan Via Rek : 2360073771 ! atau (Klik Gambar Disamping).

Suriya-Aceh
Admin Dibalik Website/Blog Sederhana Ini: Suriya|
Ialah Seorang Yang Sedang Mencoba Belajar Website/Blog dan Belajar Lebih Baik Lagi. Jika Sobat Senang Dengan Isi Dari Website/Blog Ini Pastikan Sobat Pengunjung Untuk Berlanganan Via E-Mail! atau Ambil FEED RSS.

0 Komentar:

Poskan Komentar

Sobat Pengunjung Ceritakan Tentang Isi Dari Blog Sederhana Ini
Kritik dan Saran Juga Untuk Membenahi Blog Sederhana Ini...!!!
Setitik komentar Anda, dapat membangun Blog ini...

“Semoga Blog Seder Hana Ini Bermanfaat Untuk Kita Semuanya”

Free Gabung Disini

Gabung Disini Free

Ayo Ikutan Disini Free

Ikutan Gabung Disini