0 Suara Terbanyak: Kelebihan dan Kekurangan

Sabtu, 17 Juli 2010

Suriyaaceh - Pemilihan Umum adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat untuk memilih para calon-calon pemimpin bangsa, baik yang akan duduk dipemerintahan (eksekutif) maupun para calon wakil rakyat yang bakal berkantor digedung parlemen (legislatif). Sebagai sebuah hajatan politik lima tahunan yang dilaksanakan secara langsung, bebas, umum dan rahasia serta jujur dan adil, maka momentum ini menjadi sangat penting dan srategis bagi keberlangsungan serta arah masa depan bangsa dinegeri yang kita cintai.

Karena Pemilihan Umum itu begitu penting dan strategis, maka diperlukan formula yang strategis pula untuk menjamin bahwa pelaksanaannya benar-benar mampu menjadi sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat secara nyata, aspiratif dan tanpa resistensi. Artinya mekanisme pelaksanaan pemilu mampu menjadi jaminan rakyat memiliki kesempatan yang sama dalam menentukan perwakilannya sesuai dengan pilihannya (sistim proporsional terbuka).

Nah, keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 22&24/PUU-VI/2008 yang membatalkan Pasal 214 huruf a, b, c, d dan huruf e Undang-undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum diharapkan mampu mengakomodir hal tersebut dengan memberi pemberdaan signifikan antara pemilu tahun 2009 dengan pemilihan legislative pada masa-masa sebelumnya.

Perbedaan nyata tentu terletak pada asumsi dasar dalam menentukan seseorang untuk menjadi sosok wakil rakyat yang bakal duduk manis dikursi empuk gedung parlemen. Dimana asumsi dasar yang dibuat adalah bahwa caleg terpilih tidak lagi ditentukan dengan menggunakan system minimal 30 persen suara dari Bilangan Pembagi Pemilih (BPP), atau menempati nomor urut lebih kecil jika tidak ada yang memperoleh 30 persen suara dari BPP, atau nomor urut lebih kecil jika yang memperoleh 30 persen suara dari BPP melebihi jumlah kursi proporsional yang diperoleh suatu partai politik peserta pemilu, namun memakai asumsi dasar sistim suara terbanyak.

Berlakunya sistim terbuka tanpa nomor urut (suara terbanyak) untuk calon anggota legislative merupakan upaya peningkatan bagi laju demokrasi dinegeri ini dan ini dianggap sebagai sistim yang sangat fair dan benar-benar mewakili masyarakat di daerah pemilihan plus sangat adil karena memberikan persamaan kesempatan pada konstituen dalam menetukan kemenangan pada calon pilihannya.

Namun dibalik itu semua, tetap saja ada kekuatiran, bahwa dengan sistim suara terbanyak, maka pemilu tahun 2009 nanti tidak tertutup kemungkinan kembali akan melahirkan produk parlemen “bodoh”. Asumsi ini didasarkan pada beberapa alasan yang masih mempengaruhi konstituen dalam memberikan suara pada caleg pilihannya.

Pertama, harus diakui bahwa masyarakat kita belum cukup cerdas dalam menetapkan standar untuk menetukan kelayakan caleg yang akan dipilih, masyarakat masih belum mampu menjadikan kualitas caleg sebagai dasar pilihannya, akan tetapi masih terpaku pada faktor hubungan keluarga, kerabat dan teman. Maka yang terjadi adalah facto hubungan keluarga, kerabat dan teman memiliki point tertinggi dalam menentukan seseorang memperoleh kesempatan menikmati manisnya parlemen.

Kedua, mekanisme pemberian suara yang berubah. Ini akan memberi kesulitan tersendiri bagi rakyat, terutama rakyat yang tergolong buta huruf. Sebab selain tidak menggunakan gambar caleg, model terbaru ini juga menggunakan system centang atau tidak lagi mencoblos. Dan mekanisme ini membuka peluang terjadinya kekeliruan dalam pemberian suara oleh konstituen, sebab masyarakat kita cendrung lebih menyukai mekanisme praktis dan terbiasa.

Dan yang ketiga, bahwa system suara terbanyak itu dikuatirkan akan merusak loyalitas kader kepada Partai serta dapat melahirkan ketidakadlian diinternal kader Partai. Misalnya, calon legislatif yang tidak berkualitas dan tidak pernah berbuat banyak kepada Partai tiba-tiba bisa muncul sebagai peraih suara terbanyak dan dapat dengan mudah melenggang ke gedung dewan. Kondisi yang kurang baik ini dapat berimbas negative bagi keutuhan serta masa depan Partai secara kelembagaan.

Namun, sebagai pribadi yang mencintai demokrasi, kita pantas menganggap putusan pembatalan pasal 214 oleh MK tersebut sebagai anugrah terhadap penegakan demokrasi diindonesia, sebab materi pasal tersebut sangat bertentangan dengan makna substantif kedaulatan rakyat dan bertentangan dengan prinsip keadilan sebagaimana diatur dalam Pasal 28D ayat (1) UUD 1945.

Pelanggaran atas kedaulatan rakyat yang dimaksud adalah adanya penyia-nyiaan terhadap kehendak pilihan rakyat dalam penetapan anggota legislatif. Misalnya, jika ada dua orang calon yang mendapatkan suara yang jauh berbeda secara ekstrem, terpaksa calon yang mendapat suara banyak dikalahkan oleh calon yang mendapat suara kecil karena yang mendapat suara kecil nomor urutnya lebih kecil.

Sehingga tak heran jika pemberlakuan sistim suara terbanyak dalam pemilihahan legislative mendatang, disambut dengan antusias dan penuh sukacita oleh mayoritas rakyat dan para politisi dari sejumlah Partai Politik di negeri ini. Sebab system itu akan lebih mendorong wakil rakyat untuk lebih dekat dengan Rakyat yang diwakilinya. Para calon wakil rakyat akan dipaksa oleh kondisi untuk lebih dekat dengan konstituennya, karena hanya dengan cara itulah dia akan berpeluang untuk mendapatkan suara terbanyak dan layak duduk sebagai wakil Rakyat.

Terlepas dari kelebihan dan kekurangan system suara terbanyak, kalau upaya ini dilakukan dengan benar, maka diyakini akan terpilih sosok wakil rakyat yang egaliter yang sesuai dengan aspirasi dan kehendak rakyat tanpa resistensi. Dan untuk kesempurnaannya, mesti ada konsep lebih baik dimasa yang akan datang, misalnya dengan penerapan sistem uji kelayakan dan kepatutan terhadap bakal calon legislative demi lahirnya calon yang berkualitas dan konpetitif serta berpihak rakyat yang diwakilinya.


Suriya-Aceh
Sobat Pengunjung Website/Blog Sederhana www.suriya-aceh.co.cc|
Silahkan Kirimkan Donasi Sobat Pengunjung Seikhlasnya Berupa Uang/Pulsa Untuk Perkembangan Website/Blog Ini dan Proses Sebagi Media Informasi Ajang Berbagi Ilmu Pengetahuan Via Rek : 2360073771 ! atau (Klik Gambar Disamping).

Suriya-Aceh
Admin Dibalik Website/Blog Sederhana Ini: Suriya|
Ialah Seorang Yang Sedang Mencoba Belajar Website/Blog dan Belajar Lebih Baik Lagi. Jika Sobat Senang Dengan Isi Dari Website/Blog Ini Pastikan Sobat Pengunjung Untuk Berlanganan Via E-Mail! atau Ambil FEED RSS.

0 Komentar:

Poskan Komentar

Sobat Pengunjung Ceritakan Tentang Isi Dari Blog Sederhana Ini
Kritik dan Saran Juga Untuk Membenahi Blog Sederhana Ini...!!!
Setitik komentar Anda, dapat membangun Blog ini...

“Semoga Blog Seder Hana Ini Bermanfaat Untuk Kita Semuanya”

Free Gabung Disini

Gabung Disini Free

Ayo Ikutan Disini Free

Ikutan Gabung Disini