0 Administrasi Kebijakan Kesehatan, Siti Fadilah, dan WHO

Minggu, 19 Desember 2010

Sûřįŷă-Ăŧĵěĥ - Adalah Siti Fadilah Supari, Menteri Kesehatan 2004-2009, yang berani mempertanyakan kredibilitas World Health Organization (WHO). Siti Fadilah Supari geram atas ulah WHO yang dituduh menjual virus flu burung. Administrasi kebijakan kesehatan WHO dipertanyakan karena cenderung tertutup.

Virus ini jadi komoditas bisnis dalam industri kesehatan. Negara berkembang macam Indonesia harus menyerahkan sampel virus kepada WHO. Siti Fadilah Supari juga pernah membuat gempar ketika menuduh NAMRU melakukan kegiatan spionase di Indonesia.

Menteri perempuan yang satu ini memang terbilang berani. Kebijakan kesehatannya pun patut diacungi jempol. Salah satunya adalah jaminan kesahatan masyarakat (jamkesmas).

WHO
WHO dianggap menguntungkan negara maju. Sistem di sana memungkinkan negara maju memiliki hak suara yang besar dan berpengaruh. Sedangkan negara berkembang terkesan jadi pelengkap semata. Namun, Siti Fadilah Supari tidak berdiam diri. Not all silence is gold. Siti melawan. Berontak dengan bersuara keras di media massa.

Sontak saja pernyataan Siti jadi headline di berbagai media terkemuka dunia. Siti bahkan dianggap ikon negara berkembang yang berani melawan. Tidak gentar dengan nama besar AS dan sekutunya.

Akhirnya perjuangan Siti menuai hasil. Setelah melalui proses perundingan alot mekanisme pemberian virus menjadi terbuka. Transparansi ini diperoleh berkat lobi Siti pada negara-negara berkembang lainnya. Dalam rapat pleno WHO akhirnya sistem lama diganti. Administrasi kebijakan kesehatan WHO dirombak total. Siti membuktikan tidak semua semut takut dengan gajah.

Komoditas Bisnis
Kesehatan kini didominasi corak bisnis. Unsur sosial dalam pemberian services lambat laun sirna. Kesehatan dianggap barang mahal bagi si miskin. Itu sebabnya banyak rumah sakit yang menolak pasien kurang mampu. Padahal kesehatan tidak melulu soal bisnis.

Namun, desain kebijakan pemerintah dan swasta yang membuat ini kian parah. Negara berkembang dan negara maju silih menancapkan pengaruhnya. Bahkan di negara AS saja kesehatan dijamin. Di Indonesia komoditas bisnis kentara terasa.

Berkaca pada keberanian Siti. Kita membutuhkan leader yang demikian. Soal kesehatan bertaruh dengan nyawa. Lalai sedikit nyawa melayang. Itu sebabnya administrasi kebijakan kesehatan perlu berorientasi publik. Misal jangan mempersulit akses si miskin untuk berobat.

Kita naas melihat bayi yang ditahan gara-gara si ibu tak sanggup membayar biaya persalinan. Separah itukah administrasi kebijakan kesehatan kita? Tidak punya sentuhan humanitas.

Kebijakan kesehatan menyangkut masyarakat si miskin harus berpihak. Tidak boleh hanya karena materi, lantas nurani kita lumpuh. Manusia harus bisa memanusiakan. Kesehatan bisa memanusiakan manusia.


Sumber yang diambil Admin Suriya-Aceh: www.AnneAhira.com


Suriya-Aceh
Sobat Pengunjung Website/Blog Sederhana www.suriya-aceh.co.cc|
Silahkan Kirimkan Donasi Sobat Pengunjung Seikhlasnya Berupa Uang/Pulsa Untuk Perkembangan Website/Blog Ini dan Proses Sebagi Media Informasi Ajang Berbagi Ilmu Pengetahuan Via Rek : 2360073771 ! atau (Klik Gambar Disamping).

Suriya-Aceh
Admin Dibalik Website/Blog Sederhana Ini: Suriya|
Ialah Seorang Yang Sedang Mencoba Belajar Website/Blog dan Belajar Lebih Baik Lagi. Jika Sobat Senang Dengan Isi Dari Website/Blog Ini Pastikan Sobat Pengunjung Untuk Berlanganan Via E-Mail! atau Ambil FEED RSS.

0 Komentar:

Poskan Komentar

Sobat Pengunjung Ceritakan Tentang Isi Dari Blog Sederhana Ini
Kritik dan Saran Juga Untuk Membenahi Blog Sederhana Ini...!!!
Setitik komentar Anda, dapat membangun Blog ini...

“Semoga Blog Seder Hana Ini Bermanfaat Untuk Kita Semuanya”

Free Gabung Disini

Gabung Disini Free

Ayo Ikutan Disini Free

Ikutan Gabung Disini