0 Peninggalan Sejarah Agama Hindu

Sabtu, 25 Desember 2010

Sejarah Masuknya Agama Hindu
Sûřįŷă-Ăŧĵěĥ - Agama Hindu diperkirakan masuk ke Indonesia sekitar abad ke-4 Masehi melalui jalur dagang. Pada zaman itu, banyak pedangang India dari bangsa Waisya yang mengadakan hubungan perekonomian dengan dengan orang-orang di Nusantara. Dari sanalah, mereka mulai mananamkan isme-isme kehinduan dengan konsep Trimurtinya yang agung, Brahma, Wisnu, dan Siwa.

Peninggalan Sejarah Agama Hindu
Berikut ini merupakan beberapa peninggalan sejarah agama Hindu.

1. Kutai
Kerajaan tertua di wilayah Indonesia adalah Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur. Kerajaan ini sudah bercorak Hindu. Di Kalimantan ditemukan tujuh buah prasasti berbentuk yupa peninggalan kebudayaan Hindu Kuno. Yaitu, tugu peringatan upacara kurban. Prasasti itu bertuliskan huruf pallawa yang diperkirakan ditulis pada 400 Masehi.

Dalam prasati itu, ditulis mengenai Kudungga. Kudungga adalah raja pertama yang memimpin Kerajaan Kutai dan dia adalah pemuja Dewa Siwa yang taat. Dalam setiap upacara besar keagamaan, Kudungga sering memberikan larung saji pada Dewa Siwa dan memberikan hadiah-hadiah pada rakyatnya.

2. Tarumanagara
Kerajaan Tarumanegara berdiri sekitar abad ke-4 sampai abad ke-5 Masehi. Kerajaan ini berdiri di Jawa Barat dengan rajanya yang bernama Purnawarman. Peninggalanya adalah tujuh buah prasasti yang bercorak agama Hindu dengan huruf pallawa dan bahasa Sansekerta.

Ketujuh buah prasasti itu bernama, Ciaroton, Kebon Kopi, Jambu, Pasir Awi, dan Muara Cianten, yang ditemukan di Bogor. Sementara Prasasti Tugu, ditemukan di daerah Jakarta dan prasasti Cilingcing di temukan di daerah Lebak Banten.

Prasasti ini diyakini sebagai peninggalan agama Hindu karena dalam prasasti Ciaruton terdapat telapak kaki Dewa Wisnu. Dalam prasasti Kebon Kopi juga ada gambar kaki gajah yang disebut sebagai telapak kaki Airawata, gajah milik Batara Indera.

3. Mataram
Kerajaan Mataram kita kenal dari sebuah prasasti di Desa Canggal, barat daya Magelang, Jawa Tengah. Prasasti ini berangka 732 Masehi. Ditulis dengan huruf pallawa dan bahasa Sansekerta.
Isinya adalah tentang upacara peringatan sebuah lingga lambang dari Dewa Siwa. Lingga itu didirikan di Bukit Kunjarakunja oleh Raja Sanjaya.

4. Kanjuruhan
Di Desa Diyono, ditemukan sebuah prasasti yang berangka 760 Masehi, bertuliskan huruf kawi berbahasa Sansekerta. Prasasti itu menceritakan bahwa pada abad ke-8 ada sebuah kerajaan yang berpusat di Kanjuruhan (Desa Kanjuron sekarang).

Kerajaan itu dipimpin oleh Raja Dewashima. Raja Dewashima memiliki putra bernama Limwa. Setelah mengantikan ayahnya, dia berganti nama menjadi Gajayana dan mendirikan sebuah kuil untuk pemujaan Dewa Agastya, putra dari Dewa Siwa.

Bangunan purbakala yang terdapat di dekat Desa Kanjuron adalah Candi Badut. Dalam candi ini, ada sebuah lingga sebagai lambang dari Dewa Siwa.

5. Prasasti Kalasan
Prasasti ini ditulis dengan huruf pranagari dalam bahasa Sansekerta. Prasasti ini merupakan prasasti peninggalan keturunan dari Sanjaya Kerajaan Mataram. Prasasti ini ditulis pada 788 Masehi. Isinya mengenai pendirian kuil Dewi Tarra dan sebuah biara untuk para pendeta dalam keluarga Syailendra.

Di kawasan timur Yogyakarta, ditemukan Candi Kalasan yang merupakan fakta dari cerita prasasti Kalalasan tentang pendirian kuil Dewi Tarra karena di dalamnya terdapat singgasana tempat Arca dewi Tarra bertahta.

6. Candi Prambanan
Candi prambanan merupakan candi Hindu terbesar se-Indonesia yang diperkirakan berdiri abad ke-9 Masehi. Candi ini dibangun oleh Dinasti Sanjaya dari Kerajaan Mataram. Dibangun pertama kali oleh Rakai Pikatan yang turun tahta pada 856. Kemudian, pembangunannya dilanjukatkan oleh Dyah Loplaya atau Rakai Kayuwangi dari 856-886.

Kemudian, dilanjutkan oleh Rakai Hulumalang yang memerintah pada 886-898. Setelah itu, dilanjutkan lagi oleh Raja Balitung atau Rakai Watukura yang memerintah pada 898-910 Masehi.

Jadi, Candi Prambanan tidak dibangun dalam satu malam seperti dalam legenda, tetapi bertahun-tahun dan beberapa generasi raja yang berkuasa.

Candi prambanan adalah candi Hindu tempat pemujaan Dewa Brahma, Wisnu, Siwa, dan Durga.
Relif yang terukir dalam candi prambanan bercerita tentang kisah Ramayana

7. Candi Cetho
Candi Cetho merupakan candi peninggalan Kerajaan Majapahit yang dibangun pada abad ke-14, candi bercorak agama Hindu yang dapat dilahat dari bentuk gapuranya dan terdiri dari sembilan tingkatan berundak. Ini adalah ciri tempat pemujaan Dewa Wisnu.

8. Candi Asu
Candi Asu merupakan peninggalan agama Hindu karena di sana terdapat arca Lembu Nandini kendaran Dewa Siwa. Candi Asu terletak di Desa Candi Pos, Kabupaten Magelang.

Di dekat candi, ditemukan dua buah prasasti berbentuk lingga Dewa Siwa yang ditulis pada 874 Masehi dengan nama prasasti Sri Manggala I dan Sri Manggala II.


Sumber yang diambil Admin Suriya-Aceh: www.AnneAhira.com


Suriya-Aceh
Sobat Pengunjung Website/Blog Sederhana www.suriya-aceh.co.cc|
Silahkan Kirimkan Donasi Sobat Pengunjung Seikhlasnya Berupa Uang/Pulsa Untuk Perkembangan Website/Blog Ini dan Proses Sebagi Media Informasi Ajang Berbagi Ilmu Pengetahuan Via Rek : 2360073771 ! atau (Klik Gambar Disamping).

Suriya-Aceh
Admin Dibalik Website/Blog Sederhana Ini: Suriya|
Ialah Seorang Yang Sedang Mencoba Belajar Website/Blog dan Belajar Lebih Baik Lagi. Jika Sobat Senang Dengan Isi Dari Website/Blog Ini Pastikan Sobat Pengunjung Untuk Berlanganan Via E-Mail! atau Ambil FEED RSS.

0 Komentar:

Poskan Komentar

Sobat Pengunjung Ceritakan Tentang Isi Dari Blog Sederhana Ini
Kritik dan Saran Juga Untuk Membenahi Blog Sederhana Ini...!!!
Setitik komentar Anda, dapat membangun Blog ini...

“Semoga Blog Seder Hana Ini Bermanfaat Untuk Kita Semuanya”

Free Gabung Disini

Gabung Disini Free

Ayo Ikutan Disini Free

Ikutan Gabung Disini