0 Prinsip dan Ciri Demokrasi

Rabu, 29 Desember 2010

Sûřįŷă-Ăŧĵěĥ - Kiranya kita pun perlu menilik kembali prinsip-prinsip dasar dan ciri demokrasi yang diterapkan oleh suatu negara, sekaligus akan menjadi ciri pemerintahan dengan sistem demokrasi. Ada 11 prinsip dasar demokrasi yang dapat dijadikan pedoman, khususnya yang telah dijalankan di Amerika, yakni sebagai berikut.

1. Prinsip Pemerintahan Berdasarkan Konstitusi
Konstitusi adalah sebuah produk hukum, namun pada saat yang bersamaan ia harus lebih dari sekadar hal itu. Konstitusi adalah dokumen organik dari pemerintahan yang mengatur kekuasaan dari pilar-pilar pemerintahan yang berbeda sekaligus acuan batasan kewenangan pemerintah.

Ciri utama dari pemerintahan ini adalah adanya Undang-Undang Dasar yang tidak dapat dengan mudah diubah, termasuk oleh kepentingan mayoritas yang hanya sesaat. kalau pun ada amandemen, tentunya amandemen yang terjadi bukanlah karena kepentingan sesaat, tapi harus dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas demokrasi itu sendiri.

2. Pemilihan Umum yang Demokratis
Sebagus apapun sebuah pemerintahan dirancang, ia tidak dapat dianggap demokratis kecuali para pejabat yang memimpin pemerintahan itu dipilih secara bebas oleh rakyatnya dalam cara yang terbuka, jujur, dan adil. Melalui Pemilu yang demokratis, rakyat akan memperoleh hak pilih dan perlindungan terhadap pengaruh-pengaruh luar yang tidak diinginkan saat memberikan suara, serta dapat mengetahui secara jujur dan terbuka terhadap hasil pemungutan suara.

3. Federalisme, Pemerintahan Negara Bagian dan Lokal
Amerika memang memiliki keunikan dalam sistem federal pemerintahannya, yakni kekuasaan dan kewenangan dibagi dan dijalankan oleh pemerintahan lokal, negara bagian, dan nasional. Namun, jika sistem ini tidak cocok diterapkan di negara-negara lain, ada satu pelajaran yang dapat dipetik, yakni semakin jauh pemerintahan dari rakyatnya, ia semakin kurang efektif dan semakin kurang mendapat kepercayaan.

4. Pembuatan Undang-Undang
Di Indonesia sendiri, lembaga yang berwenang membuat undang-undang adalah legislatif. Adapun orang-orang yang terlibat di dalamnya saat membuat undang-undang tersebut harus bertanggung jawab terhadap para pemilihnya, dalam hal ini adalah rakyat.

5. Sistem Peradilan yang Independen
Pengadilan harus menjadi pembela terbesar hak-hak individu tanpa melihat pangkat dan golongan. Keadilan harus diterapkan bagi semua elemen bangsa yang terbukti melanggar hukum, termasuk para pejabat pemerintahan.

6. Kekuasaan Lembaga Kepresidenan
Semua masyarakat modern harus memiliki pemimpin eksekutif yang mampu memikul tanggung jawab pemerintahan, mulai dari administrasi sederhana sebuah program sampai menggerakkan angkatan bersenjata untuk membela negara di saat terjadi gangguan keamanan.

Namun, antara memberikan eksekutif kekuasaan yang memadai untuk melaksanakan tugasnya dan pada saat yang bersamaan membatasi kewenangannya untuk mencegah kediktatoran, batasnya tipis sekali. Untuk itu, dibutuhkan kontrol yang selalu mencermati dan menjaga batas-batas kekuasaan tersebut.

7. Peran Media yang Bebas
Media massa, baik cetak maupun elektronik, dapat dikatakan sebagai penjaga dan alat kontrol yang efektif bagi demokrasi. Dalam demokrasi, rakyat terkadang bergantung pada pers untuk memberantas korupsi, untuk memaparkan kesalahan penerapan hukum, atau ketidakefesienan serta ketidakefektifan kerja sebuah lembaga pemerintahan.

Tidak ada negara yang bisa bebas tanpa adanya pers bebas, dan satu pertanda kediktatoran adalah pembungkaman media. Dengan demikian, pers pun harus memihak kepada kepentingan rakyat banyak, dan bukannya sebaliknya.

8. Peran Kelompok-Kelompok Kepentingan
Memasuki abad ke-20, masyarakat berkembang makin kompleks dan peran pemerintah makin membesar. Kini, makin banyak masalah yang perlu disuarakan oleh rakyat (pemilih). Agar suara mereka didengar dalam masalah-masalah spesifik, masyarakat membentuk kelompok-kelompok lobi, kelompok-kelompok penyokong kepen¬tingan publik dan swasta, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang khusus bekerja untuk suatu masalah.

9. Hak Masyarakat untuk Tahu
Dalam demokrasi, pemerintahan seharusnya, sebisa mungkin, bersikap terbuka. Artinya, gagasan dan keputusannya harus terbuka bagi pengujian publik secara saksama. Sudah barang tentu, tidak semua langkah pemerintah harus dipublikasikan. Namun, rakyat punya hak untuk mengetahui bagaimana uang pajak mereka dibelanjakan, apakah penegakan hukum efesien dan efektif, dan apakah wakil-wakil terpilih mereka bertindak secara bertanggung jawab. Tentunya ketersediaan informasi ini dapat dilakukan dengan berbagai cara.

10. Melindungi Hak-Hak Minoritas
Jika “demokrasi” diartikan sebagai kehendak mayoritas, salah satu masalah besar adalah bagaimana minortitas diperlakukan. Pengertian minoritas di sini adalah rakyat atau masyarakat yang jelas-jelas berbeda dengan mayoritas karena alasan suku (keetnisan), ras, dan agama.

Di Amerika, ras masih menjadi masalah besar yang harus diselesaikan. Namun, ini adalah bagian alami dari perkembangan demokrasi. Semangat untuk menjadi inklusif dan mengulurkan tangan pada kaum minoritas, bukan hanya perlindungan terhadap perlakuan semena-mena, melainkan juga memberi kesempatan untuk berpartisipasi sebagai warga sepenuhnya yang setara.

11. Kontrol Sipil atas Militer
Dalam sistem demokrasi, harus dipahami bahwa militer bukan hanya harus berada di bawah kontrol kewenangan sipil sepenuhnya, tapi militer juga harus memiliki budaya yang menegaskan bahwa peran tentara adalah sebagai abdi dan bukannya penguasa rakyat. Militer harus senantiasa menjadi pelindung demokrasi dan bukan menguasainya.

Itulah prinsip-prinsip demokrasi yang sekaligus dapat dijadikan ciri atau indikator sebuah negara telah menjalankan sistem demokrasi.


Sumber yang diambil Admin Suriya-Aceh: www.AnneAhira.com


Suriya-Aceh
Sobat Pengunjung Website/Blog Sederhana www.suriya-aceh.co.cc|
Silahkan Kirimkan Donasi Sobat Pengunjung Seikhlasnya Berupa Uang/Pulsa Untuk Perkembangan Website/Blog Ini dan Proses Sebagi Media Informasi Ajang Berbagi Ilmu Pengetahuan Via Rek : 2360073771 ! atau (Klik Gambar Disamping).

Suriya-Aceh
Admin Dibalik Website/Blog Sederhana Ini: Suriya|
Ialah Seorang Yang Sedang Mencoba Belajar Website/Blog dan Belajar Lebih Baik Lagi. Jika Sobat Senang Dengan Isi Dari Website/Blog Ini Pastikan Sobat Pengunjung Untuk Berlanganan Via E-Mail! atau Ambil FEED RSS.

0 Komentar:

Poskan Komentar

Sobat Pengunjung Ceritakan Tentang Isi Dari Blog Sederhana Ini
Kritik dan Saran Juga Untuk Membenahi Blog Sederhana Ini...!!!
Setitik komentar Anda, dapat membangun Blog ini...

“Semoga Blog Seder Hana Ini Bermanfaat Untuk Kita Semuanya”

Free Gabung Disini

Gabung Disini Free

Ayo Ikutan Disini Free

Ikutan Gabung Disini