0 TIM SAR YOGYA Kisah Tim Gerak Cepat (2)

Sabtu, 01 Januari 2011

 Info Dari Suriya-Aceh Suriya-Aceh Sebagi Media Informasi Ajang Berbagi Ilmu Pengetahuan
Sûřįŷă-Ăŧĵěĥ - Kelima anggota tim evakuasi perdana itu pula yang menemukan jenazah Maridjan. "Saya ingat beliau pernah mengatakan tak akan meninggalkan desanya dan akan berada di masjid atau dapur," kata Tonden, aktivis kelompok pencinta alam Merbabu Mountaineering Club (Mermounc) yang kini bekerja sebagai pengumpul botol air mineral. Untuk menghindari kerumunan orang dan pewarta foto yang menyemut di jalur evakuasi, kantong jenazah pria sepuh-yang semasa hidupnya tak suka dipotret-itu hanya dilabeli huruf "M".

Bukan hanya aksi Ferry, Pris, Irfan, dan Tonden yang melambungkan SAR DIY sebagai tim penyelamat paling cepat dan efektif. Pada letusan besar kedua, 5 November, 180 personel SAR DIY menyusup di pagi buta ke Ngancar, Bronggang, dan Glagah. Ketika matahari mulai menerangi bumi-saat kelompok evakuasi lain mulai masuk daerah bencana-tim SAR turun dengan 51 korban selamat dan 39 jenazah. "Biasanya kami sudah istirahat saat tim lain dengan peralatan lebih lengkap masuk ke lokasi," kata Ferry.

Menurut Ferry, evakuasi dinihari yang dilakukan SAR bukan untuk mendahului kelompok relawan lain, melainkan demi keamanan anggota penyelamat. "Pagi hari biasanya puncak Merapi terlihat, sehingga bila ada lungsuran awan, bisa lebih cepat menyelamatkan diri," katanya. Dari total 279 korban, sebanyak 107 ditemukan oleh SAR DIY dalam empat belas operasi, termasuk evakuasi penutup pada Ahad pekan lalu. Di kemudian hari, model evakuasi dinihari itu segera diikuti kelompok-kelompok relawan lain.

Tentu saja kesuksesan SAR dicapai berkat bantuan kelompok masyarakat lain, antara lain Indonesian Offroad Federation, yang menerjunkan puluhan mobil dan motor trail menembus lokasi bencana. "Saya acungi jempol buat SAR DIY. Kami hanya menyediakan kendaraan, soal pemetaan dan evakuasi adalah bagian mereka," kata Pandit Bintoro, Sekretaris IOF Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia mengatakan tim SAR DIY berani masuk jauh ke lokasi bencana dengan perhitungan matang sehingga tak ada korban jiwa.

Kemahiran pemetaan dan identifikasi lokasi jenazah yang dimiliki tim SAR DIY juga membuat Batalion 403 Yogyakarta, yang mengerahkan 300 tentara, lebih mudah membantu evakuasi. "Saya salut, pemetaan mereka akurat karena informasinya didapat dari kerabat korban," ujar Komandan Batalion Letnan Kolonel Satriyo Pinandoyo. Hal lain yang membuat Satriyo dan Pandit Bintoro takjub adalah kenyataan bahwa SAR DIY tak menerima dana operasional, apalagi bayaran, dari pemerintah pusat ataupun daerah.

Dari mana dana untuk membiayai 300-an relawan SAR DIY? "Kami gunakan dana dari kantong sendiri, juga sumbangan teman-teman," kata Brotoseno, komandan SAR DIY. Menurut seorang anak buahnya, hampir seluruh anggaran SAR berasal dari kantong pengusaha penginapan dan rumah makan itu. "Setidaknya, satu hari dia keluar Rp 15-20 juta," kata anggota SAR itu.

Tapi Brotoseno dalam soal ini memilih tutup mulut. "Yang jelas, para relawan tidak digaji, dan saya tidak repot membuat laporan keuangan," ujarnya.

Brotoseno mengaku sangat memahami ketidakberdayaan pemerintah pusat, apalagi daerah, dalam mengelola organisasi penanganan bencana. Karena itu, ia santai saja menyubsidi organisasi yang secara resmi berada di bawah Gubernur Yogyakarta itu. "Yang mengangkat saya lima tahun lalu teman-teman, tidak ada surat keputusan. Tapi semua instansi mengakui saya sebagai komandan SAR. Buktinya, surat yang mereka ajukan memuat nama dan jabatan saya," katanya serambi tergelak.

Bermodal usaha dan jaringan pertemanannya, bekas aktivis ini bisa mengumpulkan segala keperluan anak buahnya. "Sekarang semua punya sepatu dan handy talky," ujarnya. Juga dalam pengerahan alat berat untuk menemukan korban yang terkubur material. SAR juga membantu warga yang kesulitan pascabencana, seperti pemasangan pipa air bersih. "Padahal ini bukan tugas SAR, tapi karena warga minta bantuan, ya saya carikan pipa," ujar pengusaha yang menjadikan rumah makannya posko SAR itu.


Sumber yang diambil Admin Suriya-Aceh: Silahkan Lihat Saja Di Sini


Suriya-Aceh
Sobat Pengunjung Website/Blog Sederhana www.suriya-aceh.co.cc|
Silahkan Kirimkan Donasi Sobat Pengunjung Seikhlasnya Berupa Uang/Pulsa Untuk Perkembangan Website/Blog Ini dan Proses Sebagi Media Informasi Ajang Berbagi Ilmu Pengetahuan Via Rek : 2360073771 ! atau (Klik Gambar Disamping).

Suriya-Aceh
Admin Dibalik Website/Blog Sederhana Ini: Suriya|
Ialah Seorang Yang Sedang Mencoba Belajar Website/Blog dan Belajar Lebih Baik Lagi. Jika Sobat Senang Dengan Isi Dari Website/Blog Ini Pastikan Sobat Pengunjung Untuk Berlanganan Via E-Mail! atau Ambil FEED RSS.

0 Komentar:

Poskan Komentar

Sobat Pengunjung Ceritakan Tentang Isi Dari Blog Sederhana Ini
Kritik dan Saran Juga Untuk Membenahi Blog Sederhana Ini...!!!
Setitik komentar Anda, dapat membangun Blog ini...

“Semoga Blog Seder Hana Ini Bermanfaat Untuk Kita Semuanya”

Free Gabung Disini

Gabung Disini Free

Ayo Ikutan Disini Free

Ikutan Gabung Disini