۩ Suriyaaceh - Anak - Meulaboh ۩

Tempat Admin Berbagi Media Campur Personal Blog Trik Tip Tutorial Informasi Sering Diskusi Opini Berita Tugas Sekolah Lapangan kerja Nyata Makalah Sekripsi Tesis Download free software, apps, reviews for Windows, Mac, iOS, and Android dan Untuk Ajang Berbagi Ilmu Pengetahuan Pengalaman Pribadi Baik Yang Viral / Buming Hinga Yang Khusus Di Jagat Jejaring Sosmet Saat Sekarang Ini.

Welcome Di Suriyaaceh - Anak - Meulaboh

Welcome Di Suriyaaceh - Anak - Meulaboh

Ŝũřĭŷă Ăĉěĥ-ŇM Sebagi Media Fail Pribadi Informasi & Ilmu Pengetahuan


Ŝũřĭŷă Ăĉěĥ-ŇM Selamat Datang semua sahabat pengunjung yang terhormat Di website/Blog resminya Suriya-Aceh. Secara umum Admin Suriya-Aceh menciptakan Website/Blong ini bertujuan Sebagai Media Informasi dan Ajang Berbagi Ilmu Pengetahuan, baik bidang Teknologi Informasi serta mempublikasikan Hal-hal yang diangap Unik, Menarik yang layak untuk dikomsumsi pengunjung dan penguna Internet dengan bahasa Populernya bias juga di sebut para PECINTA Dunia Maya, upsss,,,…bukan Luna Maya ya Sobat blogwalking yang jelasnya, he,,,…he,,,…










Website/Blong ۩ SURIYAACEH - ANAK - MEULABOH ۩ sendiri Launching dengan Fiture Sebagi Sarana Media Informasi dan Ajang Berbagi Ilmu Pengetahuan demi memajukan Masyarakat Seluruh INDONESIA umumnya ACEH / NAD (Nanggroe Aceh Darussalam) khusunya untuk wilayah Pantai Barat selatan ACEH-MEULABOH.

Para sahabat Pengunjung/Blogwalking mania semuanya yang telah bersedia menyempatkan waktu luang sobat untuk Mampir dan Singah di Website/Blog yang amat sederhana ini. Admin Suriya-aceh menyadari bahwa masih terlalu banyak sekali kekurangn di website/Blog sederhana ini baik itu Lodingnya Website/Blog, Desain/Tampilan yang kurang enak di pandag atau dengan kata lain ENEK, serta Artikel-artikel atau Isinya yang di sediakan oleh admin Website/Blog sendiri.

Kedepada seluruh pengunjung sahabat Blogwalking diharapkan kepada para sobat pengunjung atau blongwalking yang sudah bersedia mampir, singah, berkunjung kesitus sederhana ini, admin mengharapkan agar sudi kiranya membagikan sedikit Ilmu, Masukan, atau berbentuk saran-saran yang sifatnya membangun untuk kesempurnaan Website/Blog sederhana dimasa yang mendatang bagi admin sendiri.

Demikian juga dengan Para sahabat Pengunjung/Blogwalking semuanya, harapan admin dengan kehadirin Website/Blog sederhana ini sahabat dapat juga berpartisipasi untuk menambah daftar Artikel-artikel dengan cara menyumbangkan berupa Tulisan, Karya Akademis, Puisi, Opini, Pers Rilis, Info atau Cerpen dan Berita sekalipun.

Sumbangan Tulisan-tulisan tersebut dapat Para sahabat Pengunjung/Blogwalking bias dikirim melailui Via E-mail suriyaaceh85@gmail.com guna untuk menambahkan daftar isi yang di publikasikan secara luas, sehinga mudah di akses oleh semua pihak dan memberikan manfaat yang cukup besar bagi semua kalangan lini penguna Internet.

Semoga situs ini berguna dan menjadi ajang silaturahmi, untuk tujuan saling bertukar informasi di antara kita semua tidak ada terkecualian ”INDAHNYA JIKA KITA SALING BERBAGI” ilmu pengetahuan dan pengalamn.

Untuk mengetahui informasi selengkapnya, silahkan mengunjungi Website/Blog kami.

Migrasi Kupu-kupu Raja

Migrasi Kupu-kupu Raja
HARUN YAHYA

Ŝũřĭŷă Ăĉěĥ-ŇM Sebagi Media Fail Pribadi & Informasi Ilmu Pengetahuan

Ŝũřĭŷă Ăĉěĥ-ŇM - Migrasi Kupu-kupu Raja  - Beragam satwa yang kita saksikan di dunia ini hanyalah sedikit dari beragam keajaiban penciptaan yang ada di alam nan luas terbentang. Allah Yang Maha Pencipta melengkapi semua makhluk hidup di bumi dengan sifat-sifat khusus mereka yang sangat mengagumkan. Masing-masing dari mereka adalah bukti ke-Agung-an Allah Yang Maha Kuasa. Adalah sangat penting bagi setiap orang untuk mampu menyaksikan penciptaan yang menakjubkan di segenap penjuru jagat raya ini, beserta hikmah yang ada di dalamnya. Allah menghendaki kita agar berpikir tentang penciptaan dan mengambil pelajaran dari padanya. Dalam sebuah ayat Alquran, Allah Swt. Berfirman:

"Katakanlah! Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu". (QS. Al-Ankabuut [29]:20)

Terdapat jenis luar biasa yang hidup di Kanada bagian selatan. Dialah kupu-kupu raja. Setiap kupu-kupu raja, seperti halnya yang lain, hadir di dunia ini setelah melalui serangkaian perubahan bentuk secara sempurna.

Pertama, induk meletakkan telurnya di atas sehelai daun. Larva yang menetas dari telur ini kemudian memakan dedaunan untuk beberapa saat sebelum pada akhirnya berubah menjadi ulat. Masing-masing dari ulat-ulat tersebut kemudian membuat sarang yang disebut kepompong untuk diri mereka sendiri. Kepompong kupu-kupu raja adalah sebuah keajaiban desain. Ia menempel pada cabang pohon dengan cara bergantung pada sehelai benang sangat tipis tapi kuat. Ulat tumbuh berkembang dalam kepompong ini dan perlahan muncul sebagai makhluk baru yang sungguh indah dan menawan, yakni seekor kupu-kupu. Awalnya, sayap muda ini tampak kusut, berkerut dan lemah. Tapi sayap tersebut kemudian mengembang dan melebar setelah darah dipompakan kedalamnya. Kini kupu-kupu raja telah siap untuk terbang.

Terdapat perilaku menarik yang membedakan kupu-kupu raja dengan jenis lain. Dalam kurun waktu satu tahun, empat generasi kupu-kupu raja yang berbeda lahir. Tiga generasi pertama memiliki masa hidup sekitar lima hingga enam minggu. Akan tetapi, yang terlahir setelahnya, yakni generasi keempat, sangatlah berbeda. Generasi ini akan terus hidup hingga mereka telah selesai melakukan migrasi selama delapan bulan.

Migrasi dimulai dari pusat-pusat populasi kupu-kupu raja di Kanada bagian selatan menuju ke arah lebih selatan lagi. Sekelompok kupu-kupu raja pergi ke California, dan sekelompok lainnya lebih ke selatan lagi, yakni hingga Mexico. Yang menarik adalah, semua kupu-kupu raja bertemu satu sama lain di sepanjang perjalanan, seolah mereka telah menerima perintah yang sama dari satu sumber, dan kemudian bersama-sama melanjutkan perjalanan menuju ke tempat tujuan mereka. Permulaan migrasi kupu-kupu raja juga telah direncanakan berdasarkan acuan waktu yang sama. Mereka tidak memulai perjalanan pada sembarang hari, tapi pada satu hari tertentu di musim gugur, yaitu autumunal equinox, saat ketika siang dan malam memiliki panjang waktu yang sama.

Setelah terbang selama dua bulan, mereka akhirnya tiba di hutan-hutan yang hangat di selatan. Jutaan kupu-kupu raja menutupi pepohonan, dan selama empat bulan, dari Desember hingga Maret, mereka tinggal di tempat ini tanpa makan sesuatupun. Mereka mampu bertahan hidup dengan lemak yang tersimpan dalam tubuh dan hanya meminum air.

Mekarnya bunga-bunga di musim semi sangatlah berarti bagi kupu-kupu raja. Setelah menunggu selama empat bulan, mereka berpesta pora memakan nektar, yakni cairan manis yang dihasilkan bunga. Kini mereka telah menyimpan energi yang akan mereka perlukan ketika kembali ke bagian utara Amerika. Di akhir Maret, sebelum memulai perjalanan, mereka melakukan perkawinan. Pada hari itu, yakni spring equinox, saat siang dan malam mempunyai panjang waktu yang sama, koloni kupu-kupu raja memulai perjalanan mereka ke arah utara. Setelah menempuh perjalanan yang panjang, mereka akhirnya tiba di Kanada, dan tak lama kemudian mereka mati. Tapi, sebelum mati, mereka melahirkan generasi pertama tahun tersebut, yang akan hidup selama sekitar satu setengah bulan. Selanjutnya, lahirlah generasi kedua dan ketiga yang kemudian digantikan oleh generasi keempat yang juga akan memulai migrasi. Generasi ini akan hidup enam bulan lebih lama dari generasi lainnya, dan demikianlah, siklus kehidupan kupu-kupu raja ini terus berlanjut.

Pengembaraan menakjubkan ini memunculkan beragam pertanyaan menarik. Bagaimana setiap generasi keempat dilahirkan untuk hidup enam bulan lebih lama dari generasi pertama hingga ketiga? Bagaimana masa hidup generasi berumur panjang ini selalu bertepatan dengan saat musim dingin? Bagaimana mereka senantiasa memulai migrasi mereka pada hari ketika siang dan malam memiliki panjang waktu yang sama, dan bagaimana mereka mampu membuat perhitungan yang sangat tepat ini? Bagaimana generasi kupu-kupu raja yang baru lahir, yang sebelumnya tak pernah melakukan migrasi, mengenali jalur perjalanan mereka?

Semua ini menunjukkan bahwa kupu-kupu raja telah diciptakan lengkap dengan perencanaan migrasi mereka yang sempurna, dan mereka mematuhi perencanaan ini tanpa melakukan kesalahan sedikit pun. Jika terjadi kesalahan dalam perencanaan ini, mereka tidak akan mampu menyelesaikan migrasi. Dan jika ini yang terjadi, maka semua kupu-kupu raja akan mati di musim dingin, dan pada akhirnya spesies kupu-kupu raja akan punah. Jelaslah bahwa makhluk ini telah diciptakan dengan sifat khusus, dan migrasi tahunan yang luar biasa ini telah diilhamkan dalam diri mereka.

Adalah Allah, Tuhan langit dan bumi, Pencipta dan Penguasa segala sesuatu, Yang menciptakan makhluk yang menakjubkan ini dan memberikan ilham kepadanya. Binatang mungil yang perjalanan hidupnya kita pelajari ini telah membawa kita pada kesaksian atas kenyataan yang sangat penting: kebesaran Allah dan keagungan ciptaan-Nya tampak nyata di segenap penjuru alam ini, dan pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu. Allah menyatakan hal ini dalam ayat Alquran:

"Sesungguhnya, Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahua-Nya meliputi segala sesuatu". (QS. Thaahaa [20]:98)

Ekonomi dan Krisis Identitas

Ekonomi dan Krisis Identitas
Oleh Cut Muftia Keumala

Ŝũřĭŷă Ăĉěĥ-ŇM Sebagi Media Fail Pribadi & Informasi Ilmu Pengetahuan

Ŝũřĭŷă Ăĉěĥ-ŇM SAAT ini, begitu kita masuk (login) di media sosial, langsung disambut oleh berbagai status cacian dan makian. Tak ubahnya ibarat kita masuk ke sebuah kampung atau kota kemudian melihat dan mendengar orang-orang mengupat, mencaci maki dan memfitnah antarsesama. Bagi sebagian orang, caci-maki mungkin sudah menjadi kultur dan bahkan dianggap sebagai hiburan dan candaan biasa. Namun bagi sebagian lain, ini adalah perilaku yang sangat menyimpang dari budaya dan agama mereka.

Perilaku-perilaku seperti inilah yang kadang membuat beberapa orang enggan mengakses sosial media, bahkan ada yang menonaktifkannya (deactivate) agar terhindar dari pemandangan status yang tidak edukatif dan beretika. Juga beberapa orang beralasan karena tidak ingin ikut-ikutan berdosa menyaksikan fitnah-fitnah di sana, makanya memutuskan untuk enyah sementara. Bagi sebagian lain tetap bertahan berusaha memberikan pemahaman dan pencerahan bagi si pencaci, meskipun akhirnya jadi korban cacian juga.

Persoalan serius
Masalah identitas saat ini menjadi persoalan yang sangat serius di negara kita, terutama di Aceh. Identitas masyarakat semakin kabur dan tidak jelas. Banyak masyarakat yang berubah sikap dari yang sejatinya adalah masyarakat dengan kultur baik dan santun di dunia nyata, tiba-tiba berubah menjadi kasar dalam menanggapi berbagai isu di dunia maya. Dengan hanya bermodalkan jari-jemari saja, dengan mudahnya orang-orang mencaci maki sesama sendiri, dengki, mengadu domba di sosial media, memfitnah, bahkan sampai menjadi penjilat penguasa yang berani membolak-balikkan fakta.

Krisis identitas ini membuat orang-orang berani untuk mengatakan yang benar menjadi salah, atau yang salah menjadi benar, semua itu dilakukan untuk mengikuti selera politik dan keinginan penguasa. Meskipun dari hati kecilnya menolak dan memborontak untuk melakukannya, tapi apa daya,semua itu terpaksa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Krisis identitas seringkali disebabkan oleh faktor lemahnya ekonomi masyarakat, apalagi disponsori oleh politik dan dibumbui oleh agama, juga didukung oleh keterbelakangan pendidikan masyarakatnya. Di sinilah muara dari perubahan perilaku ini terjadi. James A Piazza (2011) dalam artikel jurnalnya menyebutkan bahwa faktor buruknya ekonomi terutama kemiskinan sangat berpengaruh terhadap perubahan perilaku masyarakat menjadi negatif, baik dalam bersikap maupun bertindak.

Persoalan ekonomi membuat orang-orang dengan mudahnya melontarkan fitnah dan caciandi media sosial. Padahal perilaku seperti ini sangatlah membahayakan kebersatuan dalam keberagaman kita, bahkan berpotensi menimbulkan perpecahan dalam keberagaman, menyulut pertikaian antarsesama anak bangsa, antar satu kampung, komunitas, agama, suku bahkan antar satu keluarga sendiri.

Berbagai konflik horizontal masyarakat punseringkali bermuara dari problematikaketidakadilan ekonomi bukan karena persoalan suku, ras dan agama. Masalah perut ini sering kali membuat manusia tidak puas dan berontak sampai mengkambing-hitamkan apapun yang ada disekelilingnya. Masalah perut juga melahirkan tindakan mengambil hak orang lain yang bukan haknya, melahirkan perilaku nepotisme yang bertujuan menyelamatkan kebutuhan keluarga dan sanak kerabatnya dengan cara-cara yang curang. Masalah ekonomi ini juga seringkali meretakkan hubungan keluarga karena masalah harta.

Faktor ekonomi juga seringkali membuat kegaduhan, rakyat gaduh karena tidak punya uang sedangkan penguasa gaduh karena ingin ‘menyelamatkan’ uang. Masalah ekonomi juga tidak mengenal siapa pun yang lemah imannya, buktinyadana pengadaan Kitab suci saja tetap menggiurkan untuk ditilep. Kejahatan karena faktor ekonomi ini pun tidak mengenal ruang dan waktu. Bisa saja terjadi di rumah ibadah seperti penggelapan dana pembangunan yang berasal dari ummat atau dari penguasa yang bahkan melalui tahap deal-deal uang kopi (balas jasa). Nauzubillah.

Problematika ini sangat relevan dengan hadis yang diriwayatkan Abu Na’im bahwa kemiskinan itu sangat dekat dengan kekufuran. Maka, orang-orang yang kurang mapan dalam ekonomi harus berhati-hati terhadap godaan yang kadangkala terpaksa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan hidup sehari-hari. Karena faktor kemiskinan inilah, orang-orang bisa membunuh, bahkan antarkeluarga sendiri dalam memperebutkan harta, menjadi pencuri, perampok, atau bahkan kurir narkoba yang gajinya tidak seberapa dengan hukuman yang diterimanya.

Sumber: aceh.tribunnews

Eksperimen “Demokrasi” ala Aceh

Eksperimen “Demokrasi” ala Aceh
Ahmad Arif dan Mahdi Muhammad

Ŝũřĭŷă Ăĉěĥ-ŇM Sebagi Media Fail Pribadi & Informasi Ilmu Pengetahuan

Ŝũřĭŷă Ăĉěĥ-ŇM Selamat Datang Sobat Blogwalking Semunaya?,,,... Untuk kesempatan kali ini Admin Ŝũřĭŷă Ăĉěĥ-ŇM akan mencoba untuk berbagi sedikit posting Tentang Eksperimen “Demokrasi” ala Aceh Mungkinkah Dewan Perwakilan Rakyat yang dipilih langsung membentuk sebuah ”lembaga” baru yang bisa membubarkan dewan itu sendiri, sekaligus juga bisa memberhentikan kepala pemerintahan tertinggi? Terdengar aneh, tetapi itulah eksperimen ”demokrasi” yang dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dengan mengajukan Kanun Wali Nanggroe.
Kanun Wali Nangroe yang diprakarsai Fraksi Partai Aceh—didirikan oleh mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka— telah resmi disetujui sebagai inisiatif Komisi A DPR Aceh periode 2009-2014 dan segera dibahas. Setelah sempat mandek, kemunculan Kanun Wali Nanggroe menjelang Pemilihan Kepala Daerah Aceh tahun 2011 menjadi polemik yang kini ramai diperbincangkan.

Persoalan terutama pada substansi draf yang diajukan. Pasal 5 draf kanun itu menyebutkan, Wali Nanggroe adalah lembaga tertinggi dalam sistem kehidupan dan peradaban di Aceh. Dengan kewenangan menguasai semua aset Aceh di dalam dan di luar negeri, menandatangani kontrak bisnis dengan pihak luar negeri, bahkan bisa membubarkan parlemen serta memberhentikan gubernur serta wakil gubernur.

Wali Nanggroe nantinya bergelar Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Al-Mudabbir atau gampangnya adalah pelayan masyarakat.

Draf kanun itu juga menyebutkan secara tersirat nama Malik Mahmud sebagai pengganti (Alm) Hasan Tiro untuk menjadi Wali Nanggroe. Hasan Di Tiro sendiri disebut sebagai Wali Nanggroe yang kedelapan, sedangkan Malik Mahmud disiapkan menjadi yang kesembilan.

Wakil Ketua Fraksi Partai Aceh Abdullah Saleh mengatakan, partainya memang telah menetapkan Perdana Menteri GAM Malik Mahmud sebagai pengganti Hasan Di Tiro. Mentroe Malek, panggilan Malik Mahmud, telah dipersiapkan sebagai calon wali kesembilan berdasarkan pertemuan Sigom Donja di Stavanger, Norwegia, tahun 2002.

”Dalam pandangan orang Aceh, wali adalah sosok pemimpin yang diharapkan bisa membawa kesejukan, kedamaian, dan menjadi tokoh pemersatu. Diharapkan membawa Aceh yang sejahtera,” katanya.

Karena itu, menurut Saleh, kewenangan Wali Nanggroe harus tertinggi. ”Wali Nanggroe ini dekat-dekat dengan wali Allah di muka bumi. Kalau di Jawa dulu ada wali sembilan, ya sejenis itulah,” katanya.

Saleh menambahkan, Wali Nanggroe yang dibentuk tidak semata-mata merupakan lembaga budaya seperti yang pernah dipakai Snouck Hurgronje dan tertera pada draf lembaga Wali Nanggroe bentukan anggota legislatif periode sebelumnya. Lembaga Wali Nanggroe memiliki kekuasaan politik, lebih tinggi dari kepala pemerintahan dan legislatif. ”Pada draf sebelumnya, Wali Nanggroe kurang mendapat tempat. Penyusunnya tidak mengerti filosofi serta konsep sosiologis dan historis Aceh,” ujarnya.

Secara ekonomi, pejabat Wali Nanggroe nantinya memiliki kekuasaan untuk mengelola perekonomian Aceh, memanfaatkan kekayaan Aceh, baik di dalam maupun di luar provinsi, juga mengelola Baitul ’Asyi, tanah wakaf masyarakat Aceh di Mekkah, Arab Saudi. Wali Nanggroe juga berhak mengelola dan mengatur perizinan eksplorasi serta eksploitasi sumber daya alam Aceh.

Saleh menggambarkan Wali Nanggroe seperti menteri besar di beberapa negara bagian di Malaysia. Para menteri besar memiliki kekuasaan yang besar serta mewakili negara bagiannya untuk melakukan hubungan dengan pemerintah pusat.

”Malik Mahmud bersama-sama dengan Hasan Di Tiro sejak awal perjuangan. Dia memahami persis perjuangan Hasan Di Tiro,” kata Saleh seraya menambahkan penunjukkan hanya berlangsung satu kali saja. Selanjutnya, pelaksana tugas Wali Nanggroe akan dipilih dari para tetua masyarakat Aceh berdasarkan kecakapan dan kharisma yang dimiliki.

Juru bicara Partai Aceh, Adnan Beuransyah, mengatakan, ”Wali Nanggroe akan menjadi penengah apabila eksekutif dan legislatif bertikai.”

Lembaga Transisi

Namun, di mata sebagian kalangan di Aceh, Wali Nanggroe tak lebih dari pembajakan demokrasi oleh kekuasaan monarki. Teuku Kemal Pasya, antropolog Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, mengatakan, ada kesalahan penerapan konsep Wali Nanggroe yang dilakukan oleh Partai Aceh. Wali Nanggroe secara historis merupakan pemegang kekuasaan kerajaan saat masa transisi pemerintahan dari satu pemimpin ke pemimpin lain.

Contohnya, menurut Kemal, saat Sultan Muhammad Daud Syah naik tahta pada usia 12 tahun. Wali pengganti ditunjuk untuk sementara waktu sampai raja cukup usia memimpin kerajaan. Di samping itu, agar citra kerajaan tidak luntur saat raja sebelumnya mangkat. ”Karena usianya masih di bawah umur, kekuasaan kerajaan diperwakilkan kepada waliyul ahdi atau wali pengganti Tengku Chik Di Tiro dan beberapa pemuka yang dinilai memiliki kecakapan dalam mengurus kerajaan,” ujarnya.

Kemal mengatakan, pengangkatan diri Hasan Tiro sebagai Wali Nanggroe pun karena menganggap daerah Aceh masih dalam status berkonflik dengan Pemerintah RI. Teritorial Aceh saat konflik, dianggap oleh Hasan Tiro, tidak berada dalam kekuasaan RI. Dalam konteks kekinian, setelah kesepakatan Helsinki, menurut Kemal, hal itu harus ditinjau ulang.

”Lembaga (Wali Nanggroe) itu lembaga superbody. Lembaga dengan kekuasaan sangat luas yang membawa Aceh kembali pada fantasi monarki abad pertengahan. Demokrasi Aceh mundur lima abad apabila lembaga itu dipaksakan untuk diterapkan,” katanya.

Penolakan sebenarnya juga muncul dari dalam dewan sendiri. Ketua Fraksi Demokrat DPR Aceh Muhammad Tanwier Mahdi mengatakan, fraksinya sepakat dengan pembentukan lembaga Wali Nanggroe sebagai lembaga budaya. Namun, mengenai isi draf kanun versi Partai Aceh tersebut, Tanwier menyatakan fraksinya menolak.

”Draf itu tidak masuk akal. Tidak ada orang yg membuat aturan untuk memberhentikan gubernur dan memecat parlemen. Masak mau buat lembaga yang memiliki kewenangan untuk memecat kita sendiri, yang membuat aturan,” ujarnya.

Muhammad Alfatah, politisi Partai Amanat Nasional mengatakan, substansi lembaga Wali Nanggroe harus didiskusikan lebih lanjut. Alfatah menyatakan, pihaknya menginginkan agar lembaga itu tidak bertabrakan dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Bernuansa politis

Wakil Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Muhammad Nazar mengaku terkejut dengan kemunculan Kanun Wali Nanggroe yang sebelumnya mandek. Dia menilai hal itu bernuansa politis menjelang pilkada.

Nazar, yang mantan Ketua Divisi Politik dan Pemerintahan GAM mengatakan, DPR Aceh sebaiknya lebih mendahulukan membahas kanun terkait dengan perekonomian, pendidikan, kebencanaan, yang hingga saat ini belum disentuh. ”Otonomi khusus Aceh membutuhkan dana. Salah satunya adalah aturan-aturan pemerintah yang saat ini mandek di DPR Aceh,” kata tokoh pendiri Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA) ini.

Nazar menambahkan, Hasan Tiro tidak pernah menginginkan kekuasaan yang besar seperti yang disebut dalam draf rancangan kanun tersebut. Nazar mengaku turut menyusun draf Kanun Wali Nanggroe yang lama. ”Dulu isinya tidak begitu. Wali Nanggroe lebih ke simbol budaya dan sifatnya lembaga. Lagi pula, kanun juga tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundangan di atasnya,” kata Nazar.

Lalu bagaimana pendapat masyarakat Aceh? Abdullah AR, mantan Kepala Mukim Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, yang merupakan salah satu basis perlawanan GAM saat konflik di masa silam, hanya berujar singkat, ”Itu hanya untuk menaungi mereka saja. Ekonomi dan perut masyarakat yang lapar lebih penting daripada Wali Nanggroe.”

Sumber: serambinews

Polsek Darul Makmur Tangkap Sindikat Spesialis Pencuri Mesin PKS di Nagan Raya

Ŝũřĭŷă Ăĉěĥ-ŇM Sebagi Media Fail Pribadi & Informasi Ilmu Pengetahuan

Ŝũřĭŷă Ăĉěĥ-ŇM Petugas kepolisian di Mapolsek Darul Makmur, Nagan Raya, hingga Rabu (27/6/2018) siang mengamankan sedikitnya tiga orang yang diduga kuat sebagai spesialis pelaku pencurian mesin dan perangkat besi yang tersebar di sejumlah pabrik kelapa sawit yang beroperasi di wilayah ini.

Data yang diperoleh Diliputnews.com, Rabu siang menyebutkan, tiga pelaku yang berhasil ditangkap di beberapa lokasi terpisah tersebut masing-masing bernama Yolan Andika, Surya Wisda, serta Mugiono, warga Gampong Pulo Teungoh, Kecamatan Darul Makmur. Ketiganya ditangkap polisi pada Selasa (26/6/2018) siang.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga sebagai barang hasil curian.

Kapolres Nagan Raya AKBP Giyarto SIK melalui Kapolsek Darul Makmur, Ipda Zulhatta kepada wartawan mengatakan tiga pelaku berhasil ditangkap polisi, setelah pihaknya mendapatkan laporan dari sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayah ini, yang mengaku kerap kehilangan sejumlah aset dan beberapa perangkat mesin. Berbekal laporan ini, polisi kemudian melakukan penyelidikan.

Hasilnya, ketiga pelaku berhasil ditangkap. “Kasus ini masih kita kembangkan, karena diduga masih ada fakta baru yang belum terungkap,” kata Zulhatta.(*)

Pendidikan Berwawasan Unggul

Sûřįŷă-Ăŧĵěĥ - INDONESIA dalam beberapa tahun terakhir harum dalam bidang sains. Dalam berbagai ajang bergengsi Olimpiade Sains Internasional Indonesia sering menyabet banyak medali, bahkan sering mendulang medali emas. Posisi Indonesia dalam even-even Internasional yang penting itu, pernah melampui prestasi negara-negara maju, seperti Rusia, Taiwan, dan Korea Selatan. Para siswa yang meraih prestasi “gemilang” itu pada umumnya berasal dari sekolah dan lembaga “penggemblengan” berwawasan keunggulan. Mereka punya komitmen dan berjibaku melahirkan siswa-siswa unggul (berprestasi). Tidak kalah pentingnya adalah dukungan dari para guru yang mumpuni dan profesional.

Jumlah siswa yang gemilang semacam itu hanya segelintir jumlahnya, sedangkan sebagian besar siswa kita prestasinya sangat memprihatinkan. Potret dunia pendidikan negeri ini masih buram dan memprihatinkan. Sebagian besar sekolah kita kualitasnya masih rendah dan masih berkutat dengan persoalan kekurangan guru yang profesional dan mau mendedikasikan dirinya untuk keberhasilan siswanya. Belum lagi sarana dan prasarana pendidikan yang masih minim dan segudang persoalan klasik pendidikan lainnya, seperti manajemen berbasis sekolah yang amburadul dan bongkar pasang, otonomi sekolah yang setengah hati, kepemimpinan pendidikan yang asal cangkok, dan sebagainya. Oleh karena itu, sekolah-sekolah di negeri ini berpikir tentang pendidikan yang berwawasan keunggulan masih sebatas wacana, kalau tidak bisa dikatakan “masih jauh panggang dari api.”

Itulah potret dunia pendidikan kita. Hasil Ujian Nasional baru-baru ini memberi “warning” bahwa hasil kerja pendidikan sungguh masih berada pada titik nadir. Berbagai usaha yang telah dilakukan selama ini belum menunjukkan hasil yang menggembirakan, sebaliknya masih “jalan di tempat.” Konon, ada pengamat yang mengatakan, hasil kerja pendidikan selama ini semakin mundur. Ironisnya, keadaan itu terjadi, justru di saat dunia pendidikan mendapat servis dana yang “wah” dengan tingkat kesejahtraan guru yang jauh lebih baik dengan tunjangan “sertifikasinya”. Bandingkan dengan beberapa waktu yang lalu. Bukankah guru tempo doeloe, hanya mengandalkan gaji yang tak seberapa, sehingga dijuluki sosok “Umar Bakri”. Namun, dedikasi mereka pantas diacungkan jempol.

Mendongkrak kualitas pendidikan bukanlah semudah membalikkan telapak tangan, bukan pula seperti menghidupkan lampu aladin: bin salabin. Mendongkrak kualitas pendidikan bukan bak cerita “Bandung-Bondowoso” membangun candi siap dalam semalam. Tetapi, memerlukan sebuah proses dengan investasi yang serius di bidang sumber daya manusia. Pembangunan dunia pendidikan kata orang arif merupakan pembangunan “mega proyek multi years” yang hasilnya baru bisa dirasakan satu atau dua generasi berikutnya.

Sebagian guru telah mendapat sertifikasi. Namun proses sertifikasi itu masih dipertanyakan. Secara kasat mata penilaian sertifikasi lebih mengarah pada dokumen administratif dan kesenioran. Sementara profesionalitas bukan hanya dilihat dari kemampuan administratif, tetapi pada tataran teknis edukasi yang sangat kompleks dan komprehensif. Bagaimana seorang guru berdiri di hadapan siswa melakukan pengelolaan kelas, bagaimana penguasaan materi, metode dan seni mentransfernya kepada peserta didik, seharusnya juga menjadi aspek penilaian untuk mendapatkan sertifikasi.

Sudah menjadi rasia umum, masih banyak guru yang penguasaan materi dan cara mengajarnya sangat dangkal, monoton dan membosankan peserta didik. Siswa menjadi jenuh dan “antipati” pada guru, sehingga cenderung menimbulkan tindak kekerasan baik yang dilalukan guru terhadap siswa maupun oleh siswa terhadap guru. Sebagian guru kita minat bacanya masih sangat kurang. Belum lagi kemampuan mereka berselancar di dunia maya “internet” juga masih “gamang”. Padahal buku dan internet dewasa ini merupakan kebutuhan dan sumber referensi yang kaya, akurat dan actual. Bukankah informasi tentang ilmu pengetahuan terus berkembang, bahkan dalam hitungan waktu yang sangat cepat.

Peran Pemerintah Daerah
Salah satu buah dari reformasi, bangsa Indonesia sejak awal 2001 mengubah tata kelola pemerintahannya dari yang semula bersifat sentralistis menjadi desentralistis. Di era desentralistis (otonomi daerah), pemerintah daerah mempunyai kewenangan untuk mengatur dan mengurus segala sesuatu tentang pendidikan di daerahnya masing-masing. Kewenangan tersebut setidaknya tertera dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999. Berarti dengan otonomi daerah kualitas pendidikan akan sangat ditentukan oleh kebijakan pemerintah daerah. Ketika pemerintah daerah memiliki “political will” dan “political action” yang baik dan kuat terhadap dunia pendidikan, ada peluang yang cukup besar bahwa pendidikan di daerah bersangkutan akan maju.

Dewasa ini banyak daerah di Indonesia memanfaatkan ruang otonomi daerah untuk memotong jalan kompas memajukan pendidikan daerahnya. Berbagai terobosan mereka lakukan, seperti mempertahankan anggaran pendidikan minimal 20 persen dari anggaran pendapatan dan belanja daerah, bahkan ada daerah yang berani mengalokasikan lebih dari 20 persen untuk sektor pendidikan. Dana tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur lembaga pendidikan dan menggratiskan biaya pendidikan. Bahkan para guru disubsidi dengan angka yang lumayan besarnya, agar bisa menjalankan profesinya dengan maksimal. Guru-guru yang belum mencapai jenjang pendidikan strata satu, diberikan kesempatan dan bantuan bagi mereka untuk menempuh dan menyelesaikan pendidikan strata satu.

Salut dan acungan jempol untuk pemerintah daerah yang punya “nyali” membangun dan membiayai sekolah-sekolah berwawasan keunggulan, seperti sekolah model bertaraf nasional dan internasional. Namun, tidak diskriminatif, seperti yang terjadi selama ini, sekolah-sekolah model hanya untuk anak-anak kalangan mampu, sehingga dijuluki “sekolah menara gading.” Pendidikan merupakan jalan emas untuk maju. Itulah mungkin semboyan yang mengilhami mantan Perdana Menteri Inggris Winston Churchil. Ia, berjibaku mempertahankan anggaran pendidikan saat itu, ketika anggota parlemen Inggris Raya mendesak memangkas dan mengalihkannya untuk membeli mesin-mesin perang, seperti persenjataan dan pesawat tempur canggih agar tidak terulang kekalahan yang dialami Inggris dalam Perang Dunia I.

Dengan suara menggelegar dan nada tinggi, Sang PM yang legendaris itu, sambil mengacungkan tangannya kepada anggota parlemen, mengatakan, “Saya menentang anggaran pendidikan dipangkas dan dialihkan untuk membeli mesin-mesin perang. Bukankah saya dan Anda semua dapat duduk di gedung parlemen yang megah ini karena pendidikan?”


Sumber yang diambil Admin Suriya-Aceh: Silahkan Lihat Saja Di Sini

Raskin Menjadi Sasaran Korupsi Tingkat Bawah

Sûřįŷă-Ăŧĵěĥ - SEORANG sekretaris desa (sekdes) di Kota Lhokseumawe ditangkap polisi sebagai tersangka penggelap bantuan beras untuk jatah orang miskin (raskin) di desanya. Untuk menguatkan tuduhan itu, polisi juga menyita barang bukti berupa 23 sak beras berlabel Bulog pada sebuah toko. Sitaan itu merupakan raskin yang dilego sang sekdes beberapa waktu sebelumnya. Penyelewengan raskin oleh aparat desa bukan kali ini saja terungkap di Aceh. Beberapa waktu sebelumnya juga terjadi di kabupaten dan kota-kota lain. Umumnya para pelaku pengyelewengan raskin adalah oknum kepala desa dan sekdes. Modusnya juga macam-macam.

Kasus ini bukan saja, untuk menghukum seorang sekdes yang menyewelengkan raskin, tapi harus menjadi peringatan bagi kalangan anggota dewan untuk lebih sering mengawasi penyaluran raskin. Paling tidak dewan harus menetapkan jadwal pemantauan secara reguler untuk mengcrosschek pendistribusian beras miskin kepada masyarakat penerima di daerahnya masing. Pemantauan itu sekaligus juga untuk memastikan apakah raskin lancar sampai ke tangan masyarakat atau ada terkendala. Sebab, berdasarkan pengalaman selama ini, pendistribusian raskin paling sering bermasalah.

Harus diingat pula bahwa pelaku korupsi tak pandang bulu. Mereka tak mau tahu itu jatah orang miskin atau orang kaya. Asal punya kesempatan pasti disikat. Kalau tidak dapat berasanya, mungkin ongkos distribusinya juga dikorup. Atau malah beras raskin itu yang dioplos dengan dengan beras busuk. Inilah yang harus diawasi. Sebab, program raskin merupakan salah satu program penanggulangan kemiskinan. Karena itu keberhasilan program raskin merupakan tanggungjawab bersama, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh masyarakat. Oleh karena itu pemerintah di daerah harus mendukung kelancaran program raskin seperti membantu biaya penyaluran dari titik distribusi kepada penerima manfaat sehingga tidak ada lagi tambahan harga tebus raskin dari yang sudah ditetapkan. Selain membantu biaya distribusi pemerintah daerah dapat pula menambah jumlah penerima manfaat raskin melalui penyediaan anggaran dalam APBA/APBK.

Jadi masyarakat jangan lagi dibebankan dengan biaya transportasi. Sebab, tujuan program raskin adalah mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin. Sehubungan hal tersebut untuk memperlancar pelaksanaan distribusi beras ke penerima sasaran, maka sekali lagi kita serukan dewan lebih proaktif memantaunya. Yang perku dipantau, antara lain apakah beras itu benar-benar sampai ke sasaran, apakah semua masyarakat miskin sudah mendapat jatah raskin, apakah waktu pendistribusian raskin sesuai jadwal, danm lain-lain. Tapi, karena ini menjelang pilkada, kita harap masalah raskin ini tidak menjadi komoditas politik.

Copyright © ۩ Suriyaaceh - Anak - Meulaboh ۩. All rights reserved. Template by CB. Theme Framework: Responsive Design